Aksi Depan Kantor KPK, Lembaga FPR Minta Usut Tuntas Kasus Di Bengkulu

Hukum  RABU, 14 APRIL 2021 , 17:46:00 WIB | LAPORAN: TRI YULIANTI IMRAN

Aksi Depan Kantor KPK, Lembaga FPR Minta Usut Tuntas Kasus Di Bengkulu

Lembaga FPR Di Kantor KPK RI/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Lembaga Front Pembela Rakyat (FPR) Bengkulu nampaknya tak main-main dalam mengawal dan mengusut tuntas kasus-kasus hukum yang ditangani oleh pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Provinsi Bengkulu.

Lembaga FPR yang diketuai oleh Rustam Efendi, Rabu pagi (14/4) menggelar aksi di depan gedung KPK guna mempertanyakan profesionalitas kinerja Kpk dalam mengusut dan menangani kasus hukum yang ada di Provinsi Bengkulu.

Dikatakan Rustam, bahwa dirinya mewakili masyarakat Provinsi Bengkulu kembali mendatangi kantor KPK guna mempertanyakan penanganan kasus yang ditangani oleh KPK di Provinsi Bengkulu.

"Pagi ini kita menggelar aksi di depan kantor KPK terkait penanganan kasus hukum di Provinsi Bengkulu," kata Rustam Efendi, Rabu (14/4) kepada RMOLBengkulu.

Menurut Rustam, banyak persoalan-persoalan di Pemerintah Provinsi Bengkulu namun penangananya sampai hari ini belum  maksimal.

Terlebih lagi, belum lama ini pihak KPK menyambangi Provinsi Bengkulu dan menggelar rapat kordinasi bersama pejabat-pejabat daerah Bengkulu terkait pencegahan korupsi.

Hal ini sangat disayangkan Lembaga FPR apabila dalam kunjungan tersebut KPK tidak memperhatikan kasus-kasus yang saat ini tengah ditangani oleh pihaknya.

"Kami anggap KPO tidak maksimal, karena kami menganggap KPK ke bengkulu hanya sebatas hiburan semata dan hanya menggelar acara seremonial, dan KPK tidak melakukan pengusutan-pengusutan kasus yang ada di Bengkulu," sambungnya.

Mirisnya, ucap Rustam. Kordinasi antara KPK dan lembaga  FPR Bengkulu hanya sebatas komunikasi biasa tanpa ada tindaklanjut ataupun memberikan keterangan terkait perkembangan kasus yang adi di Provinsi Bengkulu.

"Kami sudah mengirim surat ke KPK dan KPK sudah menghubungi kami, tetapi tidak memberikan keterangan tindak lanjut dari kasus-kasus yang menyeret nama baik provinsi Bengkulu," ucap Rustam.

Tidak hanya itu, Lembaga FPR juga telah mengirim bukti-bukti dari kasus-kasus yang ada di bengkulu ke kpk dan hal itu sudah dilakukan beberapa waktu lalu.

"Kami hanya meminta kepastiannya terkait penanganan kasus-kasus di Bengkulu. Apabila bukti-buktinya kurang kami akan siapkan bukti-buktinya setelah itu bagaimana tidak lanjutnya," tutup Rustam.

Diketahui beberapa kasus yang menjadi tuntutan lembaga FPR yakni, kasus dugaan suap dalam izin ekspor benih lobster di Kementerian Kelautan dan Perikanan yang menyeret sejumlah pejabat daerah Bengkulu, Kasus pemberian reward kepada 1 persen dari jumlah pinjaman ASN di Bank Bengkulu atau member get member,  Pengelolaan dana covid-19 di kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu dan kasus lainnya. [ogi]

Komentar Pembaca
Kabinet Amerika

Kabinet Amerika

JUM'AT, 02 APRIL 2021 , 09:57:00

MILAD IMM Ke-57, Dimulai Dengan Pertandingan Futsal Persahabatan
Diduga Serpihan Pesawat Sriwijaya SJ182

Diduga Serpihan Pesawat Sriwijaya SJ182

SABTU, 09 JANUARI 2021 , 18:27:00