Badai Siklon Tropis Seroja Diprediksi Meningkat 24 Jam Ke Depan, BMKG Beberkan Potensi Dampaknya

Nusantara  RABU, 07 APRIL 2021 , 18:42:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Badai Siklon Tropis Seroja Diprediksi Meningkat 24 Jam Ke Depan, BMKG Beberkan Potensi Dampaknya

Ilustrasi hujan lebat/Net

RMOLBengkulu. Perubahan cuaca ekstrem yang berakibat pada bencana alam di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yakni Badai Siklon Tropis Seroja, akan mengalami peningkatan intensitas dalam 24 jam ke depan.

Ramalan cuaca tersebut merupakan hasil analisis Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) per Rabu dini hari (7/4) hingga pukul 01.00 WIB.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, posisi Siklon Tropis Seroja berada di wilayah Samudera Hindia sebelah selatan Nusa Tenggara Barat, 12.3 LS, 118.8 BT atau sekitar 335 kilometer sebelah selatan-barat daya Waingapu.

Kemudian arah gerak siklon ini terpantau menjauhi wilayah Indonesia menuju ke barat daya dengan kecepatan 6 knots atau 10 kilometer per jam, dan kekuatannya mencapai 35 knots atau 65 kilometer per jam dengan tekanan 995 hPa.

Prediksi BMKG dari hasil analisa data tersebut, disimpulkan bahwa posisi pergerakan siklon akan cenderung menuju Samudera Hindia sebelah selatan Bali, 14.4 LS, 115.7 BT atau sekitar 730 kilometer sebelah barat daya Waingapu dan menjauhi wilayah Indonesia.

Akan tetapi, kekuatan dari siklon ini juga menguat hingga 40 knots atau 75 kilometer per jam dengan tekanan 994 hPa. Sehingga, kendati menjauh dari Indonesia potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat atau petir serta angin kencang dapat terjadi.

Beberapa wilayah yang berpotensi diguyur hujan intensitas sedang atau lebat hingga disertai angin kencang dan petir antara lain Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat. Serta hujan intensitas sedang di Nusa Tenggara Timur.

Selain itu, BMKG juga memprakirakan dampak dari siklon tersebut juga akan memicu adanya gelombang setinggi 2,5-4,0 meter di Perairan barat Lampung Samudera Hindia barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan Perairan selatan Pulau Jawa hingga NTB, Samudera Hindia selatan Pulau Jawa hingga Bali, Perairan selatan Pulau Sumba hingga Pulau Rote.

Selanjutnya, gelombang setinggi 4.0-6.0 meter berpeluang terjadi di Perairan selatan NTB hingga selatan P.Sumba.

Dari data-data ini, BMKG mengingatkan kepada pemangku kebijakan di daerah untuk dapat meningkatkan kapasitas dan mengambil tindakan yang dianggap perlu, guna memitigasi dan meminimalisir risiko bencana untuk ke depannya.

Adapun untuk masyarakat,BMKG mengimbau agar dapat meningkatkan kewaspadaan dan dapat mengantisipasi segala sesuatu dalam kaitan potensi bencana yang dapat dipicu faktor cuaca tersebut. [tmc]

Komentar Pembaca
Kabinet Amerika

Kabinet Amerika

JUM'AT, 02 APRIL 2021 , 09:57:00

MILAD IMM Ke-57, Dimulai Dengan Pertandingan Futsal Persahabatan
Diduga Serpihan Pesawat Sriwijaya SJ182

Diduga Serpihan Pesawat Sriwijaya SJ182

SABTU, 09 JANUARI 2021 , 18:27:00