Karena Termasuk Warga Muhammadiyah, Imam Masjid Pilihan Warga Dibatalkan Lurah

Daerah  RABU, 24 FEBRUARI 2021 , 08:04:00 WIB | LAPORAN: AJI FAISAL

Karena Termasuk Warga Muhammadiyah, Imam Masjid Pilihan Warga Dibatalkan Lurah

Nampak para tokoh masyarakat sedang melakukan musyawarah terkait persoalan pembatalan sepihak pemilihan imam masjid di RT 35 Kelurahan Pagar Dewa/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Oknum Lurah di Kelurahan Pagar Dewa, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu dikabarkan telah menganulir hasil musyawarah pemilihan Imam masjid pilihan masyarakat. Ketua RT 35 Kelurahan Pagar Dewa, Yanto Nasron menyebut jika sang lurah menolak untuk menandatangani SK kepengurusan imam masjid tersebut.

"Sekitar dua minggu yang lalu kita adakan musyawarah untuk pemilihan imam masjid. Dalam pertemuan tersebut dihadiri 30 orang, akhirnya disetujuilah H. Syahrin sebagai imam masjid," kata Yanto kepada RMOLBengkulu, Rabu (24/02).

Lebih lanjut, Yanto menyebut jika sang lurah menolak untuk menandatangi SK kepengurusan imam masjid karena diduga mendapat intervensi dari orang-orang yang tidak menyukai sosok H. Syahrin sebagai imam masjid yang baru.

"Pak lurah menolak untuk menandatangani SK dengan alasan adanya surat dari warga yang menyebut bahwa pemillihan imam tanpa melalui musyawarah dan atas kehendak saya sebagai Ketua RT. Padahal faktanya, warga yang mengajukan keberatan tersebut hadir pada saat musyawarah yang kita laksanakan di masjid. Mereka juga setuju ketika opsi H. Syahrin ini kita tunjuk sebagai imam masjid yang baru," tambahnya.

Informasi dihimpun dilapangan, warga yang menolak disebutkan identitasnya menyebut jika masyarakat dan oknum lurah tersebut menolak H. Syahrin menjadi imam masjid lantaran ia termasuk warga Muhammadiyah.

"Kami tidak setuju kalau beliau menjadi imam masjid karena dia orang Muhammadiyah," jawabnya singkat.

Ketua RT 35, Yanto Nasron pun meminta agar sang lurah dapat bersikap lebih bijak dalam menyikapi masalah tersebut. Menurutnya, persoalan tersebut dapat memicu perselisihan antar umat beragama jika tidak segera diselesaikan.

"Sekarang kami minta solusi dari lurah. Muhammadiyah itu bukan aliran sesat, bukan juga organisasi terlarang. Bahkan sang lurah sudah mengirimkan surat agar pemilihan imam masjid digelar ulang. Ini akan membuat ribut masyrakat, kalau tidak segera diselesaikan masalah ini akan semakin panjang," tutupnya.

Hingga berita ini naik media ini masih berusaha untuk konfirmasi kepada pihak Kelurahan. [ogi]


Komentar Pembaca
Kabinet Amerika

Kabinet Amerika

JUM'AT, 02 APRIL 2021 , 09:57:00

MILAD IMM Ke-57, Dimulai Dengan Pertandingan Futsal Persahabatan
Diduga Serpihan Pesawat Sriwijaya SJ182

Diduga Serpihan Pesawat Sriwijaya SJ182

SABTU, 09 JANUARI 2021 , 18:27:00