Tak Pulang Ke Rumah, Warga Lemeu Ditemukan Meninggal Di Kebun

Hukum  SELASA, 23 FEBRUARI 2021 , 13:27:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Tak Pulang Ke Rumah, Warga Lemeu Ditemukan Meninggal Di Kebun

Tampak rumah duka di Desa Lemeu Kecamatan Uram Jata/RMOLBengkylu

RMOLBengkulu. Ini untuk kedua kalinya warga di Kecamatan Uram Jaya, ditemukan meninggal dunia pada bulan Februari ini. Terungkapnya sama, setelah tidak ada kabar ia kembali dicari warga hingga akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Pertama kali menimpa Teguh (45) warga Desa Embong I yang ditemukan dalam kondisi terapung di Aliran Sungai Ketahun tak jauh dari lokasi galian C di Desa Tunggang Kecamatan Lebong Utara, pada Jum'at (5/2) lalu sekitar pukul 14.45 WIB.

Kali ini nasib malang menimpa Abdul Mutalib (60), warga Lemeu, kecamatan Uram Jaya Kabupaten Lebong. Setelah pergi ke kebun miliknya, ia ditemukan sudah tak bernyawa.

Jasad korban pertama kali ditemukan Noviantori didampingi rekannya Steven Doles (42), warga Lemeu Kecamatan Uram Jaya, pada Selasa (23/2) sekitar pukul 10.00 WIB di areal perkebunan persisnya di Desa Lemeu.

Kepada wartawan, Novianto menjelaskan, penemuan seorang jasad laki-laki itu setelah ada kecerugian pihaknya.

Sebab, saat mereka menjalani rutinitas sadap kebun karet kerap melewati pondok kebun milik korban dan kerap menyapa laki-laki lanjut usia (lansia) tersebut.

"Kami pagi-pagi kan pergi nyadap. Sudah itu kami lewat pondok tempat si (korban) nenek ini kan. Biasanya kalau kami panggil, dia (nenek) jawab. Tapi dua hari ini tidak pernah jawab," ujarnya.

Bahkan, ia juga terakhir melihat korban pada Minggu (21/2) sekitar pukul 10.00 WIB sedang membuat kopi di pondok.

Hanya saja, sehari kemudian saat mereka menyapa tampak kondisi pondok dalam keadaan kosong dalam beberapa hari terakhir. Pun tanpa dihuni oleh siapapun.

Kecurigaan mereka diperkuat seketika melihat posisi parkir motor korban yang tidak berubah.

Biasanya, saat berangkat pagi korban sudah pulang ke rumah sekitar pukul 12.00 WIB. Akan tetapi, diperkirakan sekitar dua hari ia tak kunjung pulang.

"Akhirnya, saya pergi ke tempat kawan Iren tanya kenapa nenek ini ngak ada kabar. Apakah nenek ini sakit atau apa kan. Akhirnya saya dan Iren pergi cari di sekitar kebun dan pondok tidak ada," ungkapnya.

Hanya saja, saat dirinya bersama dua temannya tidak menemukan keberadaan korban di areal perkebunan miliknya.

Akan tetapi, setelah ditelusuri lebih jauh atau diperkirakan sekitar 50 meter dari pondoknya, mereka mendapati jejak korban berupa sepatu boot yang ditemukan tak jauh dari pondoknya. Ironisnya saat ditemukan, korban dalam kondisi terlentang dan tak bernyawa di bawah pohon kopi.

"Kami bertiga cari di kebun. Sekitar tiga meter kami lihat sepatu boot yang bewarna kuning. Jadi, pas kami datang kondisi nenek terguling di bawah pohon kopi," tandasnya.

Hingga berita ini dimuat, belum ada keterangan resmi dari aparat kepolisian. Wartawan mencoba konfirmasi Kapolsek Lebong Utara Polres Lebong, AKP Lunardi Naibaho. Namun, hingga saat ini belum direspon apa penyebab dari kematian warga Lemeu tersebut. [tmc]


Komentar Pembaca
Diduga Serpihan Pesawat Sriwijaya SJ182

Diduga Serpihan Pesawat Sriwijaya SJ182

SABTU, 09 JANUARI 2021 , 18:27:00

Peningkatan Pariwisata Jadi Usulan Prioritas

Peningkatan Pariwisata Jadi Usulan Prioritas

SENIN, 04 JANUARI 2021 , 18:21:00

Tidak Ingin Persatuan Hilang

Tidak Ingin Persatuan Hilang

MINGGU, 15 NOVEMBER 2020 , 07:51:00