Tuntut Diizinkan Manggung Lagi, Biduan Joget Di Jalan

Daerah  SENIN, 22 FEBRUARI 2021 , 19:28:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Tuntut Diizinkan Manggung Lagi, Biduan Joget Di Jalan

Tampak seorang biduan tengah asyik joget di jalan sebagai salah satu protes atas larangan hiburan pada saat resepsi pernikahan/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Massa yang menamakan Forum Entertainmen Lebong (FEL), khususnya industri dangdut organ tunggal, mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lebong, Senin (22/2) pagi sekitar pukul 10.05 WIB.
Para pekerja seni di Lebong juga tampak membawa beberapa truk yang membawa sound system. Sambil menghidupkan alunan dendang, mereka meneriakkan keluhan selama hampir setahun tidak bisa bekerja.

Tidak hanya para penyanyi, mereka pekerja Weeding Organizer di Lebong juga tampak ikut meramaikan aksi tersebut.

Hanya saja; aksi itu diminta dihentikan lantaran tidak mengantongi izin dari kepolisian. Pun DPRD Lebong dan Pemkab Lebong tengah melaksanakan tiga agenda sekaligus, yakni Rapat Paripurna Nota Pengantar Raperda Tahun Anggaran (TA) 2021 dan LKPJ Bupati TA 2020.

Kemudian, Rapat Paripurna Pandangan Umum Fraksi Terhadap Nota Pengantar Raperda TA 2021, serta Rapat Paripurna Jawaban Eksekutif terhadap Pandangan Akhir Fraksi Atas Nota Pengantar Raperda TA 2021.

Selanjutnya, perwakilan massa melakukan negosiasi dengan Sekretaris DPRD Lebong, Indra Gunawan yang didampingi Kabag Ops Polres Lebong, Kabag Ops Polres Lebong, AKP Rafenil Yaumil Rahman, beserta Kasat Intelkam Polres Lebong, AKP Ngatmin.

Dalam negosiasi, 8 orang perwakilan massa diizinkan masuk untuk menggelar hearing bersama Waka II DPRD Lebong, Popi Ansa didampingi Ketua Komisi I, Wilyan Bachtiar, Ketua Komisi III Rama Chandra, Ketua Komisi II Ahmad Lutfi, dan Sekretaris DPRD, Indra Gunawan.

Hadir dari Pemkab Lebong, Plh Bupati Mustarani, Kepala Kesbangpol M Ikram, Kabag Ops Polres Lebong, AKP Rafenil Yaumil Rahman beserta jajaran.

Ketua Forum Entertaiment Lebong, Trio Lesmana mengatakan, pihaknya meminta kepada pemerintah daerah agar mengerti nasib para pekerja seni. Menurutnya para pekerja seni di Lebong sudah lama tidak bekerja.

Bahkan, menurutnya para pekerja seni sudah rela harta bendanya dijual dan digadaikan karena tidak ada penghasilan.

"Kami pengusaha hiburan berharap agar DPRD membuka kembali izin keramaian untuk penggiat seni hiburan ini. Karena teman-teman ada yang ngambil (pinjaman) bank. Apalagi penghasilan kebanyakan teman teman dari sini," ujar Trio.

Selanjutnya, Ketua Komisi 1 DPRD lebong Wiliyan Bahtiar menuturkan, bahwa tuntutan massa sebenarnya sudah disampaikan dan dikoordinasi dengan pimpinan daerah. Agar aktifitas masyarakat dapat dilakukan secara normal kembali.

"Pada prinsipnya, apa yang menjadi aspirasi teman-teman semua ini sudah kita sampaikan dan kita minta cepat direalisasikan," bebernya.

Sementara itu, Plh Bupati Lebong, Mustarani mengungkapkan, keputusan memperbolehkan resepsi pernikahan dengan hiburan itu harus diputuskan bersama Tim Satgas Covid-19, yang kemungkinan digelar Selasa (23/2) besok.

"Ini tidak bisa keputusan pihak. Tentu harus rapat dengan Tim Satgas Covid-19," tutupnya.

Pantauan RMOLBengkulu di lokasi, usai perwakilan massa mengadu nasib dengan para wakil rakyat, forum hingga beberapa biduan yang turut dalam aksi berlabuh ke simpang wisata Danau Picung, persisnya depan Rumah Dinas Bupati lebong. Diiringi musik dangdut mereka juga tampak asyik berjoget di jalan. [tmc]


Komentar Pembaca
Diduga Serpihan Pesawat Sriwijaya SJ182

Diduga Serpihan Pesawat Sriwijaya SJ182

SABTU, 09 JANUARI 2021 , 18:27:00

Peningkatan Pariwisata Jadi Usulan Prioritas

Peningkatan Pariwisata Jadi Usulan Prioritas

SENIN, 04 JANUARI 2021 , 18:21:00

Tidak Ingin Persatuan Hilang

Tidak Ingin Persatuan Hilang

MINGGU, 15 NOVEMBER 2020 , 07:51:00