Curhat Terakhir Ingin Pindah Tugas, Ini Sosok Dona Di Mata Teman Kerja

Hukum  SENIN, 22 FEBRUARI 2021 , 18:52:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Curhat Terakhir Ingin Pindah Tugas, Ini Sosok Dona Di Mata Teman Kerja

Foto terakhir korban saat mengikuti apel sore di Kantor Dinas Perkim sembari menggendong anaknya/Ist

RMOLBengkulu. Dona Fransisca (30), yang dikabarkan korban pembunuhan di salah satu kontrakan di Desa Nangai Tayau Kecamatan Amen, adalah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (​Perkim) Kabupaten Lebong.
Saat dilaporkan meninggal dunia, tampak raut wajah sedih dialami publik. Tidak kecuali teman kantor terus mengiringi kepergian almarhum hingga tempat peristirahatan terakhir.

Ibu muda ini dikenal sebagai sosok yang pekerja keras atau tidak aneh-aneh di mata teman sekantornya.

Di mata rekan kerjanya, Putra Guno. Dona adalah sosok yang rajin. Ibu dua anak itu juga taat pada perintah.

Putra menyebut hubungannya dengan perempuan asal Air Meles Bawah Kecamatan Curup Timur Kabupaten Rejang Lebong, cukup dekat.

Dia pun tidak menyangka teman seangkatannya sebagai abdi negara itu berpelulang terlebih dahulu.

Ia menceritakan, ia mengenal korban sejak seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemkab Lebong formasi tahun 2018 hingga diangkat sebagai CPNS pada bulan Februari tahun 2019 lalu.

"Alhamdulillah orangnya rajin, dan taat perintah. Dia itu sama seperti saya, terima SK PNS 100 persen bulan Februari 2020," cerita Putra kepada RMOLBengkulu, Senin (22/2).

Dona meninggalkan dua orang anak. Anak pertama bernama Adit dan anak kedua bernama Abil. Dia setiap hari berangkat dari kontrakan menuju ke kantor ia kerap menggendong anak keduanya.

"Dia sering di ruangan ibu menyusui (Dinas Perkim) sambil bawa anaknya yang kedua. Kalau anaknya pertama dititipkan di PAUD," ceritanya.

Putra mengaku, pihaknya shock mendengar kabar temannya menjadi korban pembunuhan yang diduga dilakukan suaminya sendiri berinisial YR (33) alias Ibong. Padahal, sebelummya ia dilaporkan korban gantung diri.

Namun, Putra menceritakan, dirinya memang sudah memiliki firasat pertikaian antara korban dengan suami korban sudah lama.

Sebab, pada tanggal 21 Desember 2020 lalu temannya sempat curhat melalui akun WhatsApp ingin pindah tugas ke Curup, Kabupaten Rejang Lebong.

Alasannya, karena tak tahan melihat keberadaan mantan suaminya di Kabupaten Lebong. Namun, karena tugas ia tetap memilih bertahan mengabdi di Bumi Swarang Stumang tersebut.

"WA terakhir bulan Desember, ia (Dona) bilang mau balik Curup saja biar tenang. Soalnya mantannya Ibong (tinggal) di Lebong semua," ungkap Putra sembari menunjukkan tangkapan layar curhat kerabatnya melalui pesan singkat.

Sehari sebelum kejadian atau tepatnya Kamis (11/2) korban sempat ke kantor, ia mengingat persis temannya terus menggendong anak keduanya sembari mengikuti apel sore di Kantor Dinas Perkim.

"Dia ini sosok pekerja keras. Almarhumah juga buka usaha coklat. Pertama sekali buka di depan Alfamart samping Tugu Presedium. Tapi, kemudian pindah ke Desa Nangai Tayau, kalau tidak salah di ruko buka usaha disana," bebernya.

Dia mengaku, Dona sosok pegawai yang baik di mata teman-temannya. Di Dinas Perkim, ia diandalkan sebagai juru Survei Perumahan Staf Kasi Perencanaan Bidang Perumahan.

"Orangnya ramah dan sering bercanda. Serta kami sebagai teman se-kantor juga merasa kehilangan," pungkasnya.

Untuk diketahui, saat kejadian suami korban sempat ingin merekayasa petugas dan publik dengan memberikan keterangan jika istrinya korban gantung diri.

Korban sempat digantung suami agar istrinya nampak seperti korban gantung diri.

Beruntung, polsek Lebong Utara diback-up Polres Lebong, berhasil mengungkap kasus tewasnya korban bukan akibat bunuh diri, melainkan pembunuhan.

Setelah dilakukan olah TKP pemeriksaan saksi-saksi, hasil visum ternyata pelaku adalah suami korban yang seharinya sebagai tenaga honorer di lingkungan Pemkab Lebong.

Perbuatan itu sudah diakui korban. Sebelum insiden tersebut antara korban dan suami sempat terjadinya cekcok mulut. Saat ini, IB telah mendekam di balik jeruji besi, dan sudah ditetapkan sebagai tersangka. [tmc]


Komentar Pembaca
Diduga Serpihan Pesawat Sriwijaya SJ182

Diduga Serpihan Pesawat Sriwijaya SJ182

SABTU, 09 JANUARI 2021 , 18:27:00

Peningkatan Pariwisata Jadi Usulan Prioritas

Peningkatan Pariwisata Jadi Usulan Prioritas

SENIN, 04 JANUARI 2021 , 18:21:00

Tidak Ingin Persatuan Hilang

Tidak Ingin Persatuan Hilang

MINGGU, 15 NOVEMBER 2020 , 07:51:00