Benarkan Dipanggil Penyidik, Dirut Bank Bengkulu: Kami Akan Kooperatif Dan Transparan

Hukum  JUM'AT, 05 FEBRUARI 2021 , 11:42:00 WIB | LAPORAN: AJI FAISAL

Benarkan Dipanggil Penyidik, Dirut Bank Bengkulu: Kami Akan Kooperatif Dan Transparan
RMOLBengkulu. Direktur Utama Bank Bengkulu, Agus Salim akhirnya buka suara terkait banyaknya pemberitaan yang menyebut jika pihaknya diperiksa penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu.

Dirinya membenarkan jika pihaknya dipanggil untuk dimintai keterangan terkait kebijakan pemberian kontra prestasi kepada mitra kerja Bank Bengkulu atas kredit yang diberikan kepada para ASN. Ia pun mengaku jika pihaknya akan bersikap kooperatif untuk mendukung kinerja penyidik.

"Benar, kita dimintai keterangan atas program pemberian kontra prestasi kepada para ASN. Kami akan mendukung prosesnya, Bank Bengkulu akan bersikap kooperatif untuk memberikan informasi secara transparan," kata Agus Salim kepada awak media, Jumat (05/02).

Menurutnya program tersebut sudah dihentikan tahun 2019 lalu setelah adanya sosialisasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang melarang seluruh direksi perbankan melarang program tersebut.

"Program ini sebenarnya sudah berjalan dari tahun 2007. Lalu kita tiadakan mulai tanggal 4 September 2019 karena adanya sosialisasi pencegahan korupsi, gratifikasi dan collection fee yang dilakukan oleh KPK," paparnya.

Berikut pernyataan lengkap dari direksi Bank Bengkulu :
1. Kejaksaan Tinggi Bengkulu saat ini benar sedang melakukan penyelidikan meminta keterangan kepada Bank Bengkulu atas kebijakan pemberian kontra prestasi (insentif/member get member/PKS dengan mitra) kepada mitra kerja Bank Bengkulu terhadap kredit yang diberikan kepada ASN.

2. Dalam rangka mendukung proses pemeriksaan tersebut, Bank Bengkulu siap bersikap kooperatif untuk memberikan informasi secara transparan kepada penyidik.

3. Dapat kami jelaskan bahwa kebijakan program kontra prestasi atas kredit yang diberikan kepada ASN ini adalah kebijakan Bank Bengkulu dengan menggunakan biaya marketing semata untuk mendukung bisnis. Program tersebut telah dilaksanakan sejak tahun 2007 yang mana progam ini biasa dilakukan perbankan pada umumnya untuk mendukung bisnis.

4. Program ini telah diberhentikan sejak 4 September 2019 setelah KPK melakukan sosialisasi perihal pencegahan korupsi, gratifikasi dan collection fee. [ogi]


Komentar Pembaca
Kabinet Amerika

Kabinet Amerika

JUM'AT, 02 APRIL 2021 , 09:57:00

MILAD IMM Ke-57, Dimulai Dengan Pertandingan Futsal Persahabatan
Diduga Serpihan Pesawat Sriwijaya SJ182

Diduga Serpihan Pesawat Sriwijaya SJ182

SABTU, 09 JANUARI 2021 , 18:27:00