Usai Dilantik Kopli-Rozi Sudah Bisa Rombak Kabinet, Ada Tapinya...

Daerah  SELASA, 26 JANUARI 2021 , 18:58:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Usai Dilantik Kopli-Rozi Sudah Bisa Rombak Kabinet, Ada Tapinya...

Mustarani/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Isu gelombang mutasi yang terjadi di Pemkab Lebong pasca ditetapkannya Bupati dan Wakil Bupati terpilih periode 2021-2024 hasil Pilkada Serentak 2020, Kopli Ansori dan Fahrurrozi, jadi perbincangan hangat.
Isu tersebut sudah digulirkan sebelum proses pengucapan sumpah jabatan Kopli dan Rozi yang direncanakan pada tanggal 17 Februari mendatang.

Bahkan, tersiar kabar para pejabat eselon II, III dan IV baik yang saat pilkada kemarin bersama-sama mendukung Kopli-Rozi atau yang mendukung kandidat lainnya saat ini sudah menunggu keputusan penempatan tempat kerja yang baru oleh bupati. Parahnya, ada pejabat yang sudah memilih untuk mengajukan pindah lebih awal.

Sekda Lebong, Mustarani saat dikonfirmasi terkait hal itu mengungkapkan, penyegaran di lingkungan Pemkab Lebong bisa saja datang meskipun adanya larangan 6 bulan sebelum dan sesudah pelaksanaan Pilkada.

"Kapan saja bisa. Menurut undang-undang Pilkada itu sudah jelas. Tidak boleh ada mutasi 6 bulan sesudah dan sebelum Pilkada," ujarnya.

Menurutnya, pergesaran atau rotasi pejabat di lingkup Pemkab Lebong bisa saja dilakukan bupati terpilih usai dilantik. Akan tetapi, pergeseran itu tetap harus mengantongi izin dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Sementara itu, terkait surat edaran (SE) terbaru Mendagri soal ada tiga syarat yang membolehkan kepala daerah melakukan mutasi ASN hanya sebatas edaran bukan keputusan mengikat.

"Boleh tapi. Izin dalam Kementerian Dalam Negeri. Kalau terbaru hanya edaran, kalah dengan undang-undang," ucapnya.

Lanjut Sekda, berbeda halnya jika ada permintaan pengisian jabatan yang kosong. Tapi, hal itu juga tidak serta merta langsung disetujui. Harus melalui persetujuan bupati terpilih selaku pejabat pembina kepegawaian.

"Yang kosong pasti kita isi, kalau mau percepatan pelaksanaan kegiatan kan memang harus ada kepalanya disitu. Atau kalau dibawahnya kosong, ya penting (diisi) karena menyangkangkut organisasi," demikian Sekda. [tmc]


Komentar Pembaca
Diduga Serpihan Pesawat Sriwijaya SJ182

Diduga Serpihan Pesawat Sriwijaya SJ182

SABTU, 09 JANUARI 2021 , 18:27:00

Peningkatan Pariwisata Jadi Usulan Prioritas

Peningkatan Pariwisata Jadi Usulan Prioritas

SENIN, 04 JANUARI 2021 , 18:21:00

Tidak Ingin Persatuan Hilang

Tidak Ingin Persatuan Hilang

MINGGU, 15 NOVEMBER 2020 , 07:51:00