Datangi Kantor Bupati, Forum WO: Kami Seperti Dikebiri

Daerah  RABU, 13 JANUARI 2021 , 18:34:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Datangi Kantor Bupati, Forum WO: Kami Seperti Dikebiri

Forum WO saat berdialog ke Kantor Bupati Lebong, meminta surat edaran Pjs Bupati dicabut/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Pembatasan aktivitas warga dan larangan membuat keramaian demi mencegah penyebaran virus Corona juga berdampak pada wedding organizer (WO) di Kabupaten Lebong. Para pemilik WO resah karena pesta nikah banyak ditunda sejak Corona mewabah.
Teranyar, forum jasa pengantin dan WO Lebong itu mendatangi Kantor Bupati Lebong, Rabu (13/1) siang.

Kedatangan mereka dalam rangka meminta surat edaran Pjs Bupati Lebong, Herwan Antoni dengan nomor nomor: 360/673/BPBD/XI/2020 tentang pembatasan aktivitas keramaian di masyarakat dalam rangka antisipasi penyeberan virus corona (Covid-19) di Kabupaten Lebong, dicabut.

Hanya saja, kedatangan puluhan orang itu hanya diterima Asisten I Setda Lebong, Jafri. Menyusul, Bupati Lebong, Rosjonsyah maupun Sekda Lebong, Mustarani masih berada di luar daerah.

Salah satu perwakilan Forum WO di Lebong, Andri Yutis meminta Pemkab Lebong untuk memberi kelonggaran atau diizinkan digelarnya resepsi pernikahan.

Karena, forum pernikahan termasuk WO puluhan lebih di daerah itu yang paling terdampak adanya pademi Covid-19.

"Aspirasi kami ditampung. Tapi, kami terus mengawali untuk bisa sampai harapan kita. Surat edaran ini dievaluasi ulang biar agak longgarlah," ucap salah satu perwakilan Forum WO Lebong, Andri Yutis.

Lebih jauh, ia juga mempertanyakan terkait keseriusan edaran tersebut. Sebab, masih ada beberapa temuan mereka di lapangan resepsi pernikahan masih ada yang digelar tanpa pembubaran.

"Berarti surat edaran itu tidak efektif dong. Artinya, ada celah kita dari WO minta untuk dievaluasi," bebernya.

Dia menegaskan, larangan resepsi pernikahan membuat pendapatannya berkurang drastis. Dalam kondisi normal, katanya, Organizer miliknya selalu bekerja untuk acara pernikahan setiap akhir pekan.

"Kalau sekarang kami seperti dikebiri. Seolah-olah kami tidak bisa bekerja. Larangan itu artinya stop. Kami jalankan kami yang disanksi. Sementara pekerjaan kami bukan kriminal. Sekarang kami tidak tenang," demikian Andri.

Sementara itu, Asisten I Setda Lebong, Jafri menyatakan, seluruh aspirasi ini sudah diterima dan akan disampaikan kepada pemangku kebijakan di daerah itu.

"Bupati selaku ketua satgas Covid-19 tidak hadir. Begitu juga dengan pak sekda. Apapun yang mereka sampaikan telah kami terima, tapi keputusan tidak bisa ditentukan hari ini. Karena kami tidak ambil keputusan," singkatnya.

Dari pantauan di lapangan, pertemuan berlangsung alot. Seluruh pihak menyampaikan aspirasi dan diterima langsung Asisten I Setda Lebong, Jafri yang didampingi Kabag Hukum Setda Lebong, Syabahul Adha dan Kasat Intelkam Polres Lebong, AKP Ngatmin. [tmc]


Komentar Pembaca
Klarifikasi Ambroncius Nababan

Klarifikasi Ambroncius Nababan

SELASA, 26 JANUARI 2021 , 15:15:00

Bincang Sehat • Vaksin Covid-19 Pada Lansia

Bincang Sehat • Vaksin Covid-19 Pada Lansia

JUM'AT, 22 JANUARI 2021 , 15:05:00

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia
Diduga Serpihan Pesawat Sriwijaya SJ182

Diduga Serpihan Pesawat Sriwijaya SJ182

SABTU, 09 JANUARI 2021 , 18:27:00

Peningkatan Pariwisata Jadi Usulan Prioritas

Peningkatan Pariwisata Jadi Usulan Prioritas

SENIN, 04 JANUARI 2021 , 18:21:00

Tidak Ingin Persatuan Hilang

Tidak Ingin Persatuan Hilang

MINGGU, 15 NOVEMBER 2020 , 07:51:00