Sugeng Tanggap Rasa, Pak Beethoven

Opini Jo  SELASA, 12 JANUARI 2021 , 18:28:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Sugeng Tanggap Rasa, Pak Beethoven

Jaya Suprana/ net

GEGARA Corona, maka penyelenggaraan Olimpiade ditunda. Penyelenggaraan konser rekor dunia pianis Indonesia Michael Anthony mempergelar konserto piano Tchaikowski diiringi orkes konservatorium Tchaikowski di teater Tchaikowski Moskow terpaksa juga ditunda.

Perayaan

Pada tahun 1976 di Jerman, saya sempat mempergelar beberapa mahakarya Ludwig van Beethoven dalam rangka ikut merayakan 200 tahun sang mahapujangga seni- musik sakti mandraguna dilahirkan bunda di Bonn. Tak terasa 50 tahun telah berlalu.

Pada tahun 2020 perayaan tahun kelahiran LVB kebetulan bertabrakan dengan pagebluk virus Corona melanda dunia. Namun perayaan 250 tahun Ludwig van Beethoven tidak ditunda namun dimodifikasi cara merayakannya.

Gegara Corona, maka pergelaran konser-konser merayakan 250 tahun LVB secara ragawi di panggung disaksikan secara langsung ragawi oleh penonton diubah menjadi pergelaran online dengan dukungan teknologi telekomunikasi termutakhir.

Terutama simfoni nomor IX gotong-royong dipergelar oleh para pemusik orkestra serta dinyanyikan oleh penyanyi paduan suara dari ruang karantina di rumah masing-masing.

Demikian pula resital piano tunggal oleh para pianis yang membanting tulang, merentang otot, memeras keringat, air mata dan darah menampilkan 32 mahakarya sonata pianoforte Beethoven secara daring dari apartemen pribadi masing-masing.

Sembilan mahasimfoni Beethoven ditampilkan bukan di gedung kesenian disaksikan oleh ribuan penonton namun secara virtual disaksikan oleh jutaan penonton lewat YouTube di rumah masing-masing. 16 mahakarya kuartet gesek Beethoven yang dianggap sebagai puncak peradaban musik-kamar memang bisa ditampilkan secara live
namun ke empat pemusik tetap menggunakan masker.

Mutu

Tidak semua pencinta musik menyukai pergelaran konser secara daring akibat daya teknologi virtual yang masih penuh kekurangan maka mengurangi bahkan potensial merusak mutu estetikal pergelaran seni musik abadi yang pada hakikatnya memang rapuh.

Maka tidak sedikit rencana pergelaran konser merayakan 250 tahun kelahiran Ludwig van Beethoven yang memang dilahirkan di Bonn namun tidak jelas pada tanggal berapa , terpaksa ditunda apalagi ketika gelombang ke dua wabah Corona menerpa dunia di akhir tahun 2020.

Yang dapat dipastikan hanya tanggal pembabtisan bayi bernama Ludwig van Beethoven adalah tanggal 12 Desember maka dapat dipastikan sang bayi dilahirkan sebelum dibaptiskan.

Gegara Corona rasanya LVB tidak keberatan jika para pemusik dan penggemar mahakarya Beethoven merayakan 251 tahun Beethoven pada tahun 2021 atau 252 tahun Beethoven pada tahun 2022 dan seterusnya dan selanjutnya sampai nanti akhir zaman.

Karena tidak ada alasan yang memutlakkan Ludwig van Beethoven hanya boleh dirayakan pada tahun 2020 saja!

Jaya Suprana
Penulis adalah pendiri Museum Rekor Indonesia



Komentar Pembaca
Klarifikasi Ambroncius Nababan

Klarifikasi Ambroncius Nababan

SELASA, 26 JANUARI 2021 , 15:15:00

Bincang Sehat • Vaksin Covid-19 Pada Lansia

Bincang Sehat • Vaksin Covid-19 Pada Lansia

JUM'AT, 22 JANUARI 2021 , 15:05:00

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia
Diduga Serpihan Pesawat Sriwijaya SJ182

Diduga Serpihan Pesawat Sriwijaya SJ182

SABTU, 09 JANUARI 2021 , 18:27:00

Peningkatan Pariwisata Jadi Usulan Prioritas

Peningkatan Pariwisata Jadi Usulan Prioritas

SENIN, 04 JANUARI 2021 , 18:21:00

Tidak Ingin Persatuan Hilang

Tidak Ingin Persatuan Hilang

MINGGU, 15 NOVEMBER 2020 , 07:51:00