Kejati Pastikan Tidak Main-main Usut Dugaan Korupsi Di Setda Lebong

Hukum  SENIN, 30 NOVEMBER 2020 , 02:34:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Kejati Pastikan Tidak Main-main Usut Dugaan Korupsi Di Setda Lebong

Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu, Marthin Luther/Ist

RMOLBengkulu. Keraguan banyak pihak, khususnya sejumlah LSM penggiat anti korupsi di Bengkulu, terkait keseriusan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu mengusut tuntas dugaan tindak pidana korupsi (TPK) anggaran Sekretariat Daerah (Setda) Lebong yang menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2019, terjawab sudah.
Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu, Marthin Luther, saat dikonfirmasi membenarkan jika perkara dengan pagu mencapai Rp 24 miliar itu tengah dilakukan penyelidikan.

Pihaknya tidak akan akan main-main dengan kasus dugaan korupsi yang sedang diselidikannya.

"Diminta kerjasama dengan teman-teman media untuk bersabar biarkan teman-teman penyelidik bekerja dulu nanti saya kabari kembali," katanya kepada RMOLBengkulu, belum lama ini.

Bahkan, ia meminta seluruh pihak memberikan kesempatan penyidik Kejati melakukan pendalaman terkait dugaan korupsi di Bumi Swarang Patang Stumang tersebut.

"Maaf karena perkaranya masih tahap penyelidikan belum bisa dipublikasikan," tutupnya.

Data terhimpun, penyidik telah meminta keterangan sejumlah orang dalam penyelidikan dugaan korupsi di lingkungan Setda Lebong. Masing-masing, Pejabat Penatausahaan Keuangan (PPK) Setda berinisial A,  Bendahara berinisial T, dan sejumlah PPTK berinisial DD dan IY.

Pengusutan kasus dugaan TPK itu berdasarkan surat perintah penyelidikan nomor: Print-1891/L.7/Fd.1/10/2020 tanggal 09 Oktober 2020.

Sejumlah orang yang dipanggil masih dalam tahap penyelidikan dan mereka sendiri dipanggil hanya untuk meminta keterangan terkait kasus ini.

Adapun anggaran yang tengah dilidik mencapai Rp 24 Miliar. Terutama mengenai anggaran rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah, penyediaan makan minum, Alat Tulis Kantor (ATK), jasa surat menyurat, hingga kegiatan rutin dan swakelola di lingkungan Setda Lebong.

Belum diketahui berapa total pagu per item kegiatan tersebut. Namun, total kegiatan secara keseluruhan mencapai puluhan miliar.

Informasi yang diperoleh, dasar Kejati Bengkulu melakukan pengusutan lantaran adanya laporan indikasi mulai uang hari harian, biaya-biaya honor, dugaan mark up (penggelembungan anggaran) Surat Pertanggungjawaban (Spj), termasuk kegiatan swakelola yang dilaporkan fiktif. [tmc]


Komentar Pembaca
Kabinet Amerika

Kabinet Amerika

JUM'AT, 02 APRIL 2021 , 09:57:00

MILAD IMM Ke-57, Dimulai Dengan Pertandingan Futsal Persahabatan
Diduga Serpihan Pesawat Sriwijaya SJ182

Diduga Serpihan Pesawat Sriwijaya SJ182

SABTU, 09 JANUARI 2021 , 18:27:00