Ada Kejanggalan, Minta BPK Soroti Biaya Rutin Hingga Konsultasi-Rakor Keluar Daerah

Daerah  RABU, 25 NOVEMBER 2020 , 18:21:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Ada Kejanggalan, Minta BPK Soroti Biaya Rutin Hingga Konsultasi-Rakor Keluar Daerah

Foto heboh oknum pejabat BKD beserta istri saat berkunjung ke Bali, belum lama ini/Ist

RMOLBengkulu. Salah satu tokoh pemuda Kabupaten Lebong, Sukamdani meminta BPK RI Perwakilan Bengkulu mengaudit secara profesional anggaran rapat koordinasi, konsultasi luar daerah alias perjalanan dinas hingga biaya rutin sepanjang tahun 2020 ini.
Sebab, ia melihat ada kejanggalan di tengah Pandemi Covid-19 seharusnya para pejabat mengurangi aktivitas kunjungan ke luar daerah maupun kujungan ke dalam daerah.

Sebaliknya, hal itu justru terkesan tak dihiraukan. Bahkan, belakangan ini pihaknya mencatat banyak para pejabat lalu lalang begitu saja keluar daerah yang agendanya tidak terlalu penting.

"Jangan sampai ada yang memanfaatkan dana untuk mengambil keuntungan sendiri atau kelompok. Apalagi kita dalam situasi musibah nasional, dan gerak-gerik kita dibatasi untuk menggelar kegiatan atau keluar-masuk daerah," tegas Magister Pendidikan Islam ini kepada RMOLBengkulu, Rabu (25/11).

Ketua Bidang Pendidikan Dan Kaderisasi Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Bengkulu ini berpendapat, permintaan BPK Perwakilan Bengkulu ini bukan tanpa alasan.

Mengingat, belum lama ini warga melaporkan ke DPRD Lebong setelah oknum Pejabat Sekretariat Daerah (Setda) Lebong dan Badan Keuangan Daerah (BKD) Lebong, ngotot berkunjung ke daerah zona merah Covid-19, persisnya ke Provinsi Bali.

Namun, pelaporan warga tersebut hingga sampai saat ini hasilnya tak jelas. Bahkan, oknum pejabat Setda dan BKD ketika dipanggil Komisi I DPRD Lebong itu lebih memilih tidak menghadiri undangan tersebut.

"Bukannya kita tidak percaya dengan lembaga DPRD, tapi laporan warga sebelumnya tak jelas hasilnya. Makanya, kita minta lembaga pengawas lainnya (BPK, red) turun tangan. Ini kan terkait uang rakyat dan negara, saya rasa itu semua sudah menjadi tugas mereka melakukan pengawasan," bebernya.

Tak hanya itu, ia juga meminta BPK juga mengaudit anggaran makan minum, Alat Tulis Kantor (ATK), jasa surat menyurat, hingga kegiatan rutin dan swakelola di lingkungan Setda Lebong dan BKD Lebong.

Sebab, ia meyakini alokasi anggaran tahun ini harusnya dilakukan efisiensi semaksimal mungkin. Terlebih lagi, banyak kegiatan mengalami penundaan hingga gerak-gerik para abdi negara berkurang sejak mewabahnya virus asal Wuhan, China tersebut.

"Bukannya, dzuzon. Tapi, mengawasi APBD agar tepat sasaran itu sudah jadi tugas kita bersama," tegasnya.

Misalnya angaran di Setda pada TA 2020 ini saja setidaknya ada Rp 799 juta anggaran diposkan untuk rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah meskipun dalam kondisi pandemi Covid-19.

Hal itu juga untuk makanan dan minuman yang tahun ini tetap diposkan mencapai Rp 540 juta, dan alat tulis kantor mencapai Rp 711 juta, jasa pemeliharaan dan perizinan kendaraan dinas-operasional Rp 820 juta, dan jasa kebersihan kantor Rp 1,1 Miliar.

Termasuk angaran di BKD pada TA 2020 ini saja setidaknya ada Rp 222 juta anggaran diposkan untuk rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke luar daerah meskipun dalam kondisi pandemi Covid-19.

Hal itu juga untuk makanan dan minuman yang tahun ini tetap diposkan mencapai Rp 540 juta, dan alat tulis kantor mencapai 410 juta, jasa pemeliharaan dan perizinan kendaraan dinas-operasional Rp 295 juta, hingga jasa surat menyurat mencapai Rp 695 juta.

"Kita semua pada tahu sekarang lagi Covid-19. Jadi, anggaran juga tidak sepenuhnya harus terserap 100 persen. Karena aktivitas selama ini juga dibatasi. Kecuali kalau dipaksakan cair," terangnya.

Dalam hal ini, ia selalu mendukung penuh langkah BPK dalam memastikan pengelolaan keuangan negara dalam situasi penanganan pandemi berjalan secara transparan akuntabel dan efektif.

"Kami menyambut baik upaya BPK ini dan saya harap setiap pemeriksa memiliki frekuensi yang sama, untuk untuk memulihkan kesehatan masyarakat, memulihkan perekonomian, bahkan melakukan lompatan kemajuan," tuturnya. [tmc]


Komentar Pembaca
BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan
Saat-saat HRS Dipindahkan

Saat-saat HRS Dipindahkan

KAMIS, 14 JANUARI 2021 , 21:15:00

Ribka Tjiptaning: Tolak Vaksin Covid 19

Ribka Tjiptaning: Tolak Vaksin Covid 19

SELASA, 12 JANUARI 2021 , 20:50:00

Diduga Serpihan Pesawat Sriwijaya SJ182

Diduga Serpihan Pesawat Sriwijaya SJ182

SABTU, 09 JANUARI 2021 , 18:27:00

Peningkatan Pariwisata Jadi Usulan Prioritas

Peningkatan Pariwisata Jadi Usulan Prioritas

SENIN, 04 JANUARI 2021 , 18:21:00

Tidak Ingin Persatuan Hilang

Tidak Ingin Persatuan Hilang

MINGGU, 15 NOVEMBER 2020 , 07:51:00