Penggeledahan Kasus Korupsi Desa Air Umban, Penyidik Kejari Sita 159 Berkas

Daerah  KAMIS, 19 NOVEMBER 2020 , 05:33:00 WIB | LAPORAN: SANDRI

Penggeledahan Kasus Korupsi Desa Air Umban, Penyidik Kejari Sita 159 Berkas
RMOLBengkulu. Setelah menerima laporan dari masyarakat desa sejak (28/08) lalu, akhirnya kasus dugaan korupsi yang diduga melibatkan kepala desa Air Umban, kecamatan Pino Bengkulu Selatan (BS). Membuat Kejaksaan Negeri (Kejari) BS turun langsung kelapangan untuk menuntaskan penyidikan, Rabu (18/11).

Bahkan, hasil penggeledahan penyidik yang dilakukan di tiga tempat yakni kantor desa, rumah kepala desa hingga di kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) ikut digeledah. Itu untuk memastikan laporan dugaan korupsi tersebut, hingga tim penyidik Kejari menyita berkas penggunaan Dana Desa (DD) sebanyak 159 item mulai dari  tahun anggaran 2017 hingga 2019.

"Upaya penggeledahan ini dilakukan dalam upaya melengkapi data penyidikan untuk penyelesaian kasus dugaan korupsi di desa Air Umban yang lebih valid guna mendukung upaya pembuktian saat persidangan," kata Kepala Kejaksaan Negeri BS, Nauli Rahim Siregar kepada awak media saat Press Release.

Dikatakannya, Setelah penggeledahan di kantor desa, rumah kades dan DPMD di dapati bukti-bukti terkait penyidikan dugaan korupsi di desa Air Umban.

"Dari tiga tempat yang kita geledah, ada 4 kardus dokumen dengan isi 159 item  dokumen dan 1 unit laptop bendahara juga kita sita," imbuhnya.

Adapun dokumen disita seperti. SPJ, Pajak, SK2 , Buku Kas, Laptop bendahara, cap rekanan dan dokumen lainnya. Kemudian nanti berkas itu akan ditelaah, untuk menambah bukti-bukti dugaan kasus korupsi tersebut, sehingga nanti menjadi dasar penuntutan saat di pengadilan nanti.

"Jadi dokumen nanti masih akan kita telaah dan dipilah untuk dijadikan alat. Ini untuk menguatkan pembuktian dalam persidangan nanti," sampai Nauli

Sementara itu, usai melakukan penggeledahan tersebut pihaknya memperkirakan dalam waktu dekat, akan segera menetapan tersangkanya. Dan dipastikan akhir tahun ini sudah ada tersangkanya.

Selain itu, kegiatan yang dilakukan penyidikan tersebut, mulai kegiatan fisik seperti pembangunan jalan dan gedung. Bahkan, dari hasil hitungan sementara pihaknya menduga telah terjadinya korupsi pada kegiatan tersebut. Bahkan dalam hitungan pihaknya kerugiannya hingga mencapai ratusan juta.

"Untuk pastinya kita menunggu hasil audit BPKP, setelah hasil audit keluar baru ketahui apakah ada kerugian negaranya atau tidak, jika ada maka kami akan langsung menetapkan tersangkanya," tutup Nauli. [ogi]


Komentar Pembaca
Tidak Ingin Persatuan Hilang

Tidak Ingin Persatuan Hilang

MINGGU, 15 NOVEMBER 2020 , 07:51:00

Banyak Bangunan-Bangunan Terbengkalai Di Kaur

Banyak Bangunan-Bangunan Terbengkalai Di Kaur

JUM'AT, 02 OKTOBER 2020 , 19:11:00

H. Zahdi Taher, M.HI Jabat Kepala Kemenag Prov Bengkulu