Heboh Soal Program Indonesia Pintar, Ini Klarifikasi Dewi Coryati

Nusantara  SELASA, 17 NOVEMBER 2020 , 19:03:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Heboh Soal Program Indonesia Pintar, Ini Klarifikasi Dewi Coryati

Anggota DPR RI, Dewi Coryati/Net

RMOLBengkulu. Masyarakat Kabupaten Lebong, saat ini tengah digemparkan soal bantuan Program Indonesia Pintar (PIP). Sebab, program yang dicanangkan Presiden RI, Jokowi tersebut dituding dipolitisasi menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 9 Desember mendatang.
Itupun setelah beredar video Anggota DPR RI, Dewi Coryati bersama salah satu Calon Bupati Lebong, Kopli Ansori di tengah masyarakat yang dituding mempolitisasi bantuan PIP tersebut.

Menanggapi itu, Anggota DPR RI, Dewi Coryati angkat bicara. Menurutnya, awal dirinya terlibat dalam bantuan PIP tersebut karena Komisi X DPR RI bermitra dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Program tersebut merupakan aspirasi Dewi selaku Anggota DPR RI Komisi X melalui Kemendikbud.

"Disitulah kemudian saya sampaikan, Bengkulu ini membutuhkan tambahan beasiswa program indonesia pintar (PIP). Karna kita membutuhkan lebih banyak lagi anak-anak yang bisa dibantukan," ujarnya, Selasa (17/11).

Dia menerangkan, bantuan itu diperjuangkan melalui proses politik. Sehingga, apabila tidak maka bantuan PIP itu diturunkan di Provinsi Bengkulu sesuai kuota.

"Karna kita lobi, maka jadi ada tambahan untuk bisa mendapatkan kelebihannya. Sekarang kan saya sudah dapat, misalnya tahun ini saya dapat 48 ribu beasiswa tambahan," ujarnya.

Dia mengaku, dari kuota tambahan itu ia khawatir tidak semua bantuan PIP bisa menyasar anak-anak di Bengkulu yang membutuhkan.

Misalnya di Kabupaten Lebong, ia melibatkan salah satu kandidat di daerah itu agar bantuan tersebut tepat sasaran.

"Kalau di Lebong ini, kalau tidak ada bapak Kopli maka kita tidak tahu siapa yang mengurusnya. Karena program ini usulan dari masyarakat. Usulan dari masyarakat lewat siapa? Iya lewat bapak Kopli," bebernya.

Lebih jauh, ia mengaku, tidak masalah apabila bantuan PIP itu dibahas di rumah warga. Itupun sebagaimana video yang beredar belum lama ini.

"Bukan (menyalurkan). Memberikan informasi, melakukan monitoring dan evaluasi. Kan saat di lokasi saya tanyakan, ibu-ibu siapa saja sudah dapat beasiswa? Bagaimana? Sudah cair belum?. Saya tanyakan ada yang beli jilbab? Mereka jawab beli untuk perlengkapan sekolah. Kan itu monitoring," tuturnya.

Lebih jauh, bantuan PIP bisa diakses melalui dua jalur, yakni jalur reguler yang penerimanya diusulkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota atau provinsi dan jalur pemangku kepentingan yang termasuk aspirasi anggota Komisi X DPR RI sebagai mitra kerja Kementerian Pendidikan.

Dia menyatakan, untuk di Kabupaten Lebong, total penerima bantuan PIP kurang lebih 6.000 siswa diluar kuota tambahan. Tiap siswa jenjang SD menerima bantuan sebesar Rp 450 ribu, jenjang SMP Rp 750 ribu, dan jenjang SMA sederajat sebesar Rp 1 juta.

"Kalau ditanya, bagaimana usulannya? Dari masyarakat silahkan masyarakat mengusulkan kepada saya. Karna kalau tidak diusulkan, saya bukan malaikat, ngak tahu siapa yang membutuhkan. Karna itu, siapa yang mengusulkan dan siapa mau itu (PIP) silahkan bersiraturahim dengan kami. Sehingga, kami bisa mengetahuinya," demikian Dewi Coryati.

Terpisah, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Provinsi Bengkulu Wilayah Lebong, Mahmud Siam menambahkan, bantuan tersebut merupakan program Presiden RI, Jokowi.

Bukan program oleh pihak manapun, dan anggarannya sudah disediakan setiap tahun. Hal itu berdasarkan Permendikbud Nomor 10 tahun 2020.

"Iya, itu untuk siswa tidak mampu umur 6 sampai 21 tahun. Biasanya melalui usulan kepala sekolah," singkatnya. [tmc]


Komentar Pembaca
Tidak Ingin Persatuan Hilang

Tidak Ingin Persatuan Hilang

MINGGU, 15 NOVEMBER 2020 , 07:51:00

Banyak Bangunan-Bangunan Terbengkalai Di Kaur

Banyak Bangunan-Bangunan Terbengkalai Di Kaur

JUM'AT, 02 OKTOBER 2020 , 19:11:00

H. Zahdi Taher, M.HI Jabat Kepala Kemenag Prov Bengkulu