MUI: Politik Uang Dilarang Agama

Politik  SENIN, 16 NOVEMBER 2020 , 04:03:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

MUI: Politik Uang Dilarang Agama

Ilustrasi/Net

RMOLBengkulu. Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 tinggal hitungan minggu lagi. Ada beberapa kekhawatiran semua pihak menjelang ajang lima tahunan tersebut. Salah satunya terjadinya praktik politik uang atau money politics.
Sebab, selain dilarang konstitusi, praktik ini juga sangat ditentang oleh agama. Islam melarang keras politik uang.

Hal itu sebagaimana disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebong, H. M Amin AR saat dimintai keterangan wartawan, kemarin (14/11).

"Yang jelas kalau money politics soal sogok-menyogok. Kalau sogok-menyogok itu memang ada hadistnya tidak boleh. Dalam hadist nabi dijelaskan la natullahi ala rosi war murtasih, artinya Allah akan melaknat orang yang menyogok dan disogok," ujarnya.

Ia menguraikan bahwa politik uang adalah hal yang terlarang baik dari sisi agama maupun dari persfektif aturan pemilihan.

"Pada prinsipnya politik uang dilarang agama, dan tidak dianjurkan para nabi," tuturnya.

Ia menjelaskan, bajwa mewujudkan pemilihan kepala daerah berkualitas, salah satunya dengan cara menggunakan hak suara pada Pilkada 9 Desember mendatang.

Sedianya, menggunakan hak suara pada pesta demokrasi itu bukan karena alasan dijanjikan uang. Melainkan, untuk menentukan pemimpin suatu daerah agar dapat menyuarakan kepentingan masyarakat.

"Kita tidak mengharapkan orang banyak itu tidak memilih. Jadi, walaupun kita diberi uang atau tidak diberi uang kita tetap harus memilih. Artinya, jangan tidak memilih. Nanti yang rugi kita sendiri," tutupnya. [tmc]



Komentar Pembaca
Tidak Ingin Persatuan Hilang

Tidak Ingin Persatuan Hilang

MINGGU, 15 NOVEMBER 2020 , 07:51:00

Banyak Bangunan-Bangunan Terbengkalai Di Kaur

Banyak Bangunan-Bangunan Terbengkalai Di Kaur

JUM'AT, 02 OKTOBER 2020 , 19:11:00

H. Zahdi Taher, M.HI Jabat Kepala Kemenag Prov Bengkulu