Publik Ingin Terawan Dan Johnny G.Plate Direshuffle

Nusantara  KAMIS, 29 OKTOBER 2020 , 07:11:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Publik Ingin Terawan Dan Johnny G.Plate Direshuffle
RMOLBengkulu. Mayoritas publik sepakat apabila Presiden Joko Widodo melakukan reshuffle kabinet. Hanya sebagian kecil publik yang menilai pembantu Jokowi-Maruf Amin tidak perlu direshuffle.

Berdasarkan survei Indonesia Political Opinion (IPO), 60 persen menyatakan setuju adanya reshuffle. Untuk yang tidak setuju adanya reshuffle kabinet hanya 22 persen, dan yang tidak memiliki jawaban hanya 18 persen.

Adapun nama-nama yang perlu dirombak oleh Jokowi menurut penilaian responden, Menkes Terawan Agus Putranto yang konsisten di peringkat pertama. Hasil survei menyebutkan bahwa sebanyak 57 persen publik mengharapkan Terawan diganti.

Kemudian di peringkat kedua ada Menkominfo Johnny G Plate, sebanyak 55 persen responden menginginkan Johnny dipecat presiden.

"Johnny G plate ini, artinya baru ya. Di bulan Juli beliau tidak sampai masuk ke ring atas untuk di-reshuffle. Tapi di akhir 1 tahun perjalanan ini beliau tiba-tiba menjadi peringkat teratas,” kata Dedi dalam pemaparan hasil survei Kinerja Kementerian/Lembaga, Peluang Reshuffle Kabinet dan Potensi Capres 2024, secara virtual, Rabu (28/10).

Kemudian, peringkat ketiga yang diharapkan dipecat Jokowi yakni Menkumham Yasonna Laoly, Mentan Syahrul Yasin Limpo, kemudian Mendikbud Nadiem Makarim.

"Syahrul Yasin Yasin Limpo juga sama. Posisi sebelumnya beliu juga dianggap aman. Artinya, mungkin berkaitan dengan popularitas yang tidak terlalu menonjol. Tapi sekarang, bisa saja dipengaruhi oleh kebijakan beliau, terkait dengan pandemi dan segala macam atau mungkin muncul konstruktif yang dialihkan ata diamanahkan ke Pak Prabowo bukan kepada Syahrul Yasin Limpo,” bebernya.

"Sehingga nama beliau menjadi perbincangan publik. dan popularitasnya naik tapi ternyata popularitas itu justru linier terhadap apa namanya sinisme publik? karena faktanya beliau dia harapkan untuk reshuffle sebanyak 44 persen,” katanya.

Terkait Nadiem Makarim, kata Dedi, semula stabil. Namun, dalam beberapa waktu terakhir Nadiem diharapkan publik untuk segera diganti.

Sejak awal komposisi kabinet dibangun, sampai sekarang memang banyak kebijakan-kebijakan Kementerian Pendidikan, menuai polemik,” katanya.

Menteri KKP Edhy Prabowo juga ikut ke dalam daftar menteri yang perlu dicopot Jokowi, dengan memperoleh angka 37 persen. Kemudian ada Menko PMK Muhadjir Effendy sebanyak 37 persen, Menhub Budi Karya Sumadi 33 persen, Menag Fachrul Razi 28 persen, Agus Gumiwang Kartasasmita 25 persen, Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar 23 persen.

"Muhajir Effendi, Budi Karya Sumadi, Fachru Razy secara terus-menerus adalah menteri-menteri yang tidak terlalu populer jika dibandingkan dengan nama-nama di atas,” tandasnya seperti dilansir Kantor Berita Politik RMOL. [tmc]

Komentar Pembaca
Tidak Ingin Persatuan Hilang

Tidak Ingin Persatuan Hilang

MINGGU, 15 NOVEMBER 2020 , 07:51:00

Banyak Bangunan-Bangunan Terbengkalai Di Kaur

Banyak Bangunan-Bangunan Terbengkalai Di Kaur

JUM'AT, 02 OKTOBER 2020 , 19:11:00

H. Zahdi Taher, M.HI Jabat Kepala Kemenag Prov Bengkulu