Diduga Depresi Usai Ditinggal Istri, Pria Di Lebong Nekat Gantung Diri

Daerah  KAMIS, 22 OKTOBER 2020 , 19:11:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Diduga Depresi Usai Ditinggal Istri, Pria Di Lebong Nekat Gantung Diri

Tempat kejadian korban mengakhiri hidupnya/Ist

RMOLBengkulu. Seorang pria di Desa Kota Agung, Kecamatan Uram Jaya Kabupaten Lebong, ditemukan tewas usau gantung diri di dalam rumahnya, Kamis (22/10) sekitar pukul 16.05 WIB.
Pria tersebut diketahui Imron (47) yang sehari-hari berprofesi sebagai petani serabutan. Imron pertama kali ditemukan anak korban, Wiro Fandes (27).

Kapolres Lebong Polda Bengkulu AKBP Ichsan Nur melalui Kapolsek Lebong Utara Iptu Danie Pamungkas mengungkapkan, berdasarkan keterangan sejumlah saksi, korban dalam beberapa hari terakhir nampak seperti orang yang depresi.

Itupun setelah berselisih paham dengan istri sehari sebelum kejadian, atau persisnya pada Rabu (21/10) kemarin. Bahkan, usai berselisih paham, istri korban langsung pergi dari rumah.

Hanya saja, selang sehari kejadian tersebut, korban ditemukan anaknya gantung diri di kediamannya dengan menggunakan kawat jemuran.

"Anak korban atas nama pulang kerumah korban setelah membuka pintu sekira pukul 16.00 WIB  mendapati korban sudah tergantung di lubang fentilasi dengan menggunakan kawat jemuran dengan ukuran 1,5 mm yang terlilit dileher korban," kata pria yang didapuk Polres Lebong penghargaan saat Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke 74 Tahun 2020 itu, Kamis (22/10).

Masih kata Danie, saksi Wiro yang melihat orangtuanya gantung diri langsung memanggil warga setempat, salah satunya Heriadi (38) yang masih tetangganya.

Heriadi dibantu warga setempat kemudian  melepas kawat yang terlilit dileher korban.

Dari lokasi kejadian, korban sempat dibawa kerumah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lebong. Hanya saja, setiba di rumah sakit korban dinyatakan sudah meninggal dunia.

"Hasil pemeriksaan dari dokter kondisi muka korban sudah menghitam, bibir menghitam diperkirakan kehabisan oksigen, dan tulang kerongkongan atau leher bagian belakang patah, keterangan dokter menyebutkan diperkirakan telah meninggal dunia yang disebabkan gantung diri," sambung Kapolsek.

Danie menyebut, pihak keluarga menolak jasad korban untuk dilakukan autopsi lantaran mengetahui korban meninggal dunia akibat gantung diri.

"Keluarga tidak akan menyalahkan dan tidak akan menuntut siapa-siapa karena hal tersebut merupakan musibah. Keluarga akan segera melakukan pemakaman sesuai syariat Islam," demikian Danie. [tmc]


Komentar Pembaca
Tidak Ingin Persatuan Hilang

Tidak Ingin Persatuan Hilang

MINGGU, 15 NOVEMBER 2020 , 07:51:00

Banyak Bangunan-Bangunan Terbengkalai Di Kaur

Banyak Bangunan-Bangunan Terbengkalai Di Kaur

JUM'AT, 02 OKTOBER 2020 , 19:11:00

H. Zahdi Taher, M.HI Jabat Kepala Kemenag Prov Bengkulu