Dua DPO Curanmor Lintas Provinsi Berhasil Diringkus, Ini Kronologis Lengkapnya

Satu Tersangka Nekat Kabur Tewas

Hukum  JUM'AT, 16 OKTOBER 2020 , 09:02:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Dua DPO Curanmor Lintas Provinsi Berhasil Diringkus, Ini Kronologis Lengkapnya

Barang bukti yang berhasil diamankan Tim Resmob Polres Lebong/Ist

RMOLBengkulu. Duo pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) lintas Provinsi, berinisial Rn (23) warga Sidodadi Kecamatan Air Hitam Lampung Barat, dan GS (20) warga Bandang Agung Kecamatan Pendopo Kabupaten Empat Lawang Sumsel, berhasil diringkus Tim Resmob Polres Lebong.
Keduanya tertangkap bermula dari adanya laporan polisi tentang pencurian sepeda motor di Desa Kampung Muara Aman, persisnya depan Kantor Camat Lebong Utara, pada Senin (12/10) lalu sekitar pukul 18.35 WIB.

Setelah laporan tersebut, petugas kemudian mengumpulkan bukti-bukti termasuk menyelidiki identitas pelaku tersebut saat menggasak motor warga di Kabupaten Lebong.

Setelah pendalaman, kemudian mengerucutlah kepada duo tersangka tersebut yang kemudian langsung ditindaklanjuti oleh tim Resmob Polres Lebong.

Petugas mendapati keberadaan dua pelaku yang berhasil ditangkap Polsek Bermani Ilir Polres Kepahiang, pada Selasa (14/10) dinihari sekitar 00.05 WIB.

Demikian disampaikan Kapolres Lebong Polda Bengkulu,  AKBP Ichsan Nur melalui Kasat Reskrim Polres Lebong Iptu Didik Mujiyanto didampingi Kanit Pidum, Ipda Albeth Salomo Sinulaki kepada RMOLBengkulu.

"Setelah diamankan, tim Resmob kembali ke Lebong untuk melakukan pengembangan kasus. Karena ada indikasi bahwa tersangka ini tidak hanya melakukan curanmor di satu TKP saja melainkan ada beberapa lokasi TKP di wilayah Lebong," kata Salomo sapaan akrabnya, Kamis (15/10).

Karena ada dugaan tidak melakukan aksi curanmor di satu Tempat Kejadian Perkara (TKP), penyidik kemudian mencoba melakukan pengembangan dan pencarian barang bukti.

"Kita juga ingin mencari barang bukti saat tersangka melakukan aksinya di wilayah hukum polres," bebernya.

Hanya saja, saat penyisiran barang bukti yang sudah dibuang pelaku saat melakukan aksinya di Lebong, tersangka Rn berupaya kabur.

Pelaku utama Rn yang meresahkan warga Lebong itu terpaksa ditembakan dua kali. Sebelumnya, polisi sempat memberikan peringatan dengan tembakan pertama, namun tidak diindahkan.

"Tersangka mencoba melarikan diri, dan akhirnya pihak kepolisian memberikan tindakan tegas dan terukur," jelasnya.

Namun apesnya, tersangka lain GS yang berada di mobil memanfaatkan kesempatan itu untuk kabur juga. "Tersangka GS yang mau kabur juga kita ambil tindakan tegas," ucapnya.

Dari situ kemudian petugas bisa mengamankan kedua tersangka. Tersangka Rn ditembak dikaki kiri dan kanan satu lubang. Sedangkan tersangka GS ditembak satu lubang.

Saat dibawa ke rumah sakit setempat tersangka sudah mendapatkan tindakan medis, dan sudah bisa dibawa ke Polres untuk menjalani proses hukum.

"Setelah ditangani tim medis tersangka langsung dibawa ke Polres untuk dilakukan pemeriksaan," ungkapnya.

Lebih jauh, ia menyatakan, saat dilakukan pemeriksaan kondisi tersangka melemas karena mengalami pendarahan di bagian kaki, dan pihak kepolisian kembali untuk kedua kalinya membawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

"Saat dibawa kerumah sakit, tersangka dinyatakan meninggal sekitar pukul 13.45 WIB Selasa (13/10) kemarin," ucapnya.

Dia menjelaskan, tersangka Rn saat dilakukan pemeriksaan, nyatanya pernah bertugas di Taman Karang Nio. Kurang lebih satu tahun pernah ngontrak di Kampung Muara Aman  Kecamatan Lebong Utara. Atas dasari itu, polisi terus melakukan pengembangan.

Saat ini pelaku GS, masih dilakukan pemeriksaan dan pendalaman. Karena ada indikasi aksi curanmor itu sempat dilakukan di lokasi berbeda di daerah itu.

"Awal terungkap kasus ini, Kapolsek LU mendapat kabar kehilangan motor Senin (12/10) malam," jelasnya.

Sebelum beraksi di Bengkulu, diketahui tersangka merupakan daftar pencarian orang (DPO) Polda Lampung, dan terakhir melakukan curanmor di wilayah hukum Polres Lebong, Senin (12/10) lalu.

"Untuk tersangka GS, masih menjalani proses pemeriksaan," demikian Salomo. [tmc]


Komentar Pembaca