Penambahan Anggaran Rp 11,6 Miliar Untuk Proyek Kesehatan?

Daerah  SELASA, 13 OKTOBER 2020 , 02:47:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Penambahan Anggaran Rp 11,6 Miliar Untuk Proyek Kesehatan?

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Partono/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Kabar defisit anggaran yang melanda APBD Lebong tahun anggaran berjalan, nyatanya tidak terlalu berpengaruh pada aktivitas belanja Pemkab Lebong di sisa jabatan Bupati Lebong, Rosjonsyah ini.
Pasalnya, ditengah kondisi saat ini, anggaran di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Lebong, malah bertambah dengan signifikan pada rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2020 ini, tercatat Rp 11,6 miliar yang diperuntukkan untuk beberapa item.

Dari hasil penelusuran yang dihimpun wartawan sebelumnya, membengkaknya anggaran itu diperuntukkan untuk urusan pengadaan alat-alat kesehatan rumah sakit yang sebelumnya diplotkan sebesar Rp 5.557.038.000 berubah menjadi Rp 10.553.568.000. Atau ada penambahan sekitar Rp 4,9 miliar.

Kemudian, pengadaan obat-obatan rumah sakit yang diplotkan sebesar Rp 5.193.580.000, serta kemitraan asuransi kesehatan masyarakat yang sebelumnya Rp 2.720.900.000 berubah menjadi Rp 5.220.900.000. Atau bertambah sebesar Rp 2.500.000.000. Termasuk insentif dokter sebesar Rp 500 juta.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lebong, Drs Robert Rio Mantovani melalui Kabid Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Partono dikonfirmasi terkait anggaran membenarkan Tim Anggaran Pembangunan Daerah (TAPD) Kabupaten Lebong, meloloskan tambahan anggaran tersebut.

Namun, anggaran tersebut ia memastikan untuk penanganan Covid-19 di daerah itu.

"Setahu kami memang ada penambahan dana insentif daerah (DID, red) tambahan untuk Covid dari pusat, cuma angka pastinya tidak tahu," kata Partono yang tergabung dalam TAPD Lebong, pada Senin (12/10).

Dia menyatakan, penambahan anggaran itu disetujui dan diperuntukan alat-alat kesehatan asuransi kemitraan dan insentif dokter spesialis, yang sebelum diusul ke banggar dibahas terdahulu di tingkat TAPD.

"Pasti, kalau DID itu memang khusus juklak dan juknisnya. Kalau insentif dokter memang kurang jadi untuk peningkatan pelayanan harus dianggarkan kembali," jelasnya.

Dia menjelaskan, untuk pengadaan alat kesehatan memang diperlukan karena di situasi pandemi Covid-19 ini.

"Ya, kita dalam kondisi pandemi Covid yang tidak menentu alkes harus siap," ujarnya.

Lebih jauh, ditanya terkait anggaran yang diplotkan juga untuk membayar hutang obat-obatan di RSUD itu, apakah perlu diterbitkan surat hutang? Ia mengaku tidak tahu persis.

"Kalau secara administrasi kami kurang tahu. Yang jelas harus ada bukti dan fakta tentang hutang itu," tutupnya.

Sementara itu, Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Lebong, Asman Mai Dolan sebelumnya membenarkan adanya pembahasan anggaran tersebut antara TAPD dan Banggar.

"Ya, anggaran itu sudah di setujui. Jelas harus dikawal. Artinya, anggaran Rp 11,6 Miliar akan dikucurkan ke RSUD Lebong itu harus tetap sesuai dengan peruntukannya," kata Dolan.

Dia menegaskan, anggaran itu semula tidak serta merta langsung disetujui pihak Banggar DPRD Lebong. Terlebih dahulu pihaknya sempat mempertanyakan peruntukkan anggaran fantastis tersebut.

Hanya saja, alibi TAPD anggaran itu disusun untuk penanganan pandemi Covid-19 dan membayarkan hutang obat-obatan RSUD Lebong yang nilainya hanya Rp 1,6 miliar. Sisanya untuk pengadaan di bidang kesehatan.

Bahkan, ia meminta agar pihak rumah sakit juga mempertanggungjawabkan rincian hutang obat RSUD Lebong tersebut.

"Itu murni usulan OPD dan TAPD yang menyusun plot anggaran. Sebelum melakukan penganggaran, mereka anggarkan prioritas plafon sementara dan prosesnya di tingkat TAPD. Intinya kami membahas dan menyetujui," demikian Dolan. [tmc]


Komentar Pembaca
Anies Baswedan Positif Covid-19

Anies Baswedan Positif Covid-19

SELASA, 01 DESEMBER 2020 , 11:51:49

Copot Baliho Habib Rizieq Tak Berizin oleh Satpol PP Kota Semarang
PROMO - UNDANGAN WEBINAR INTERNASIONAL

PROMO - UNDANGAN WEBINAR INTERNASIONAL

KAMIS, 19 NOVEMBER 2020 , 10:58:48

Tidak Ingin Persatuan Hilang

Tidak Ingin Persatuan Hilang

MINGGU, 15 NOVEMBER 2020 , 07:51:00

Banyak Bangunan-Bangunan Terbengkalai Di Kaur

Banyak Bangunan-Bangunan Terbengkalai Di Kaur

JUM'AT, 02 OKTOBER 2020 , 19:11:00

H. Zahdi Taher, M.HI Jabat Kepala Kemenag Prov Bengkulu