Miris, Di Kota Bengkulu Gas Melon Kembali Langka

Pemerintah Kota Bengkulu  SENIN, 12 OKTOBER 2020 , 19:50:00 WIB | LAPORAN: AJI FAISAL

Miris, Di Kota Bengkulu Gas Melon Kembali Langka

Plt Walikota Dedy Wahyudi Bersama Rombongan Saat Mendatangi PT Pertamina/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Kebutuhan gas subisidi elpiji 3 kg (gas melon) kian meningkat sejak wabah pandemi Covid-19. Sekalipun di Kota Benglulu gas melon itu kembali langka.

Apalagi, saat ini sedang mrema (ramai) pesta hajatan. Bila gas melondatang dari agen, pangkalan maupun pengecer langsung diserbu warga.

Untuk itu, Plt Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi bersama Asisten II, Kadis Perindag Dewi Dharma dan 4 orang agen gas elpiji di Kota Bengkulu Senin, (12/10) mendatangi Kantor Pertamina Bengkulu, Jalan Ir Rustandi, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu.

Kedatangan Dedy beserta rombongan bertujuan untuk mengetahui penyebab kelangkan gas elpiji 3 kg atau gas melon di Kota Bengkulu.

Kita kesini ingin mencari tahu akar permasalahan sehingga gas melon ini kembali langka. Saya khawatir nanti masyarakat demo,” kata Dedy kepada awak media.

Sementara itu, Manager PT Pertamina Bengkulu, Ferdi menyebut jika tidak ada pengurangan terhadap penyaluran tabung gas melon ini. Bahkan Tahun 2020 ini, kuota migas sebesar 10.732 metrik ton (M/T). Dimana kuotanya naik 1,46 persen dari tahun sebelumnya.

"Tidak ada pengurangan, bahkan kuotanya cenderung naik 1,46 persen dari tahun sebelumnya" jelas Ferdi.

Untuk mengatasi kelangkaan gas elpiji bersubsidi, Dedy langsung memerintahkan dinas Perindag untuk lebih mengawasi pihak pangkalan dan membuat kartu kepada masyarakat sehingga pangkalan cuma bisa menjual elpiji subsidi kepada masyarakat yang memiliki kartu.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat yang masih mampu (bukan orang miskin) agar mulai beralih dari tabung gas 3 KG ke bright gas 5,5 KG non subsidi. Meskipun, ia menyadari akibat Covid-19 ekonomi masyarakat semakin sulit sehingga banyak juga yang tadinya sudah memakai bright gas kembali lagi ke tabung 3 KG.

"Masyarakat yang ekonominya tergolong mampu, kita harap tidak memakai gas subsidi 3 kg ini. Karena tabung gas melon ini hanya diperuntukkan bagi masyarakat yang secara ekonomi kurang mampu," terangnya. [tmc]

Komentar Pembaca
Anies Baswedan Positif Covid-19

Anies Baswedan Positif Covid-19

SELASA, 01 DESEMBER 2020 , 11:51:49

Copot Baliho Habib Rizieq Tak Berizin oleh Satpol PP Kota Semarang
PROMO - UNDANGAN WEBINAR INTERNASIONAL

PROMO - UNDANGAN WEBINAR INTERNASIONAL

KAMIS, 19 NOVEMBER 2020 , 10:58:48

Tidak Ingin Persatuan Hilang

Tidak Ingin Persatuan Hilang

MINGGU, 15 NOVEMBER 2020 , 07:51:00

Banyak Bangunan-Bangunan Terbengkalai Di Kaur

Banyak Bangunan-Bangunan Terbengkalai Di Kaur

JUM'AT, 02 OKTOBER 2020 , 19:11:00

H. Zahdi Taher, M.HI Jabat Kepala Kemenag Prov Bengkulu