Oknum ASN Pemprov Tipu Rp 30 Juta Warga Lebong Dengan Jaminan Sawah

Sudah Empat Warga Lapor Jadi Korban

Hukum  MINGGU, 11 OKTOBER 2020 , 19:08:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Oknum ASN Pemprov Tipu Rp 30 Juta Warga Lebong Dengan Jaminan Sawah

Tersangka ES saat diamankan aparat kepolisian/Ist

RMOLBengkulu. Ada-ada saja ulah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Dinas Perpustakaan Daerah Provinsi Bengkulu, berinisial ES yang diduga telah menipu sejumlah warga di Kabupaten Lebong.
Kasus itu terungkap setelah salah satu korban, yakni Rio Cende warga Kelurahan Taba Anyar Kecamatan Lebong Selatan melapor ke Polsek Lebong Utara karena menjadi korban penipuan yang bermodus gadai tanah sawah, pada tahun 2016 lalu.

Kejadian tersebut terjadi sebelum ES pindah tugas ke lingkungan Pemprov Bengkulu, atau masih berstatus ASN di lingkungan Pemkab Lebong.

Ia datang kepada korban untuk meminta pinjaman. Akhirnya disetujui sistem gadai di atas surat perjanjian, ES saat itu meminjam uang Rp 30 juta kepada korban.

Uang itu diserahkan di kediaman tersangka yang berada di wilayah hukum Polsek Lebong Utara.

Kemudian, sebagai jaminan dari pinjaman tersebut ES berjanji akan memberikan hasil garapan sawah sebanyak 20 karung per musim tanam di daerah itu.

"Untuk meyakinkan, ES mengajak korban untuk melihat sebidang sawah yang diklaimnya miliknya," kata Kapolres Lebong, AKBP Ichsan Nur melallui Kapolsek Lebong Utara, Iptu Danie Pamungkas Setiawan kepada RMOLBengkulu, kemarin (10/10).

Hanya saja, seiring berjalan waktu musim tanam pada tahun 2017 hingga 2020, ES tidak menempati janjinya untuk memberikan hasil panen sebanak 20 karung kepada dirinya. Termasuk mengembalikan uang yang telah dipinjam sebesar Rp 30 juta tersebut.

"Pada bulan September 2020, pelapor juga memastikan kebenaran hak milik sawah yang dijaminkan tersangka ternyata milik orang lain," lanjut kapolsek menambahkan.

Di sisi lain, ES tidak hanya dilaporkan membawa uang korban, tapi juga diduga melakukan penggelapan.

"Saat ini tersangka sudah kita amankan dan dimintai keterangan. Pasal yang disangkakan 378 KUHP dengan ancaman minimal 4 tahun penjara," tegas Kapolsek.

Dia menyatakan, setelah tersangka diamankan aparat kepolisian. Setidaknya ada tiga warga Lebong melaporkan hal serupa dengan pelaku dan modus yang sama.

"Minggu pertama ada juga tiga orang warga melaporkan ES atas perbuatan penipuan dengan cara dan modus yang sama sebagai objek uang dan emas," demikian Kapolsek. [tmc]


Komentar Pembaca