Dampak Banjir, Bangunan Hingga Buku-buku Sekolah Rusak

Nusantara  SABTU, 03 OKTOBER 2020 , 18:58:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Dampak Banjir, Bangunan Hingga Buku-buku Sekolah Rusak

Tampak para guru dan siswa berjibaku membersihkan ruangan kelas/Screenshoot video

RMOLBengkulu. Dampak banjir yang merendam dua titik di Desa Ketenong II Kecamatan Pinang Belapis, Kabupaten Lebong, sejak Jum'at (2/10) malam, mulai bermunculan.
Satu diantaranya melanda Sekolah Dasar (SD) Negeri 03 Lebong. Dimana sejumlah fasilitas sekolah dipastikan rusak setelah desa setempat diguyur hujan deras.

Kepala SDN 03 Lebong, Lon Hasanah mengungkapkan, banjir kemarin itu merupakan banjir terbesar selama bertahun-tahun sekolah itu berdiri.

"Kebetulan belakang sekolah ada sungai," katanya kepada RMOLBengkulu, Sabtu (3/10).

Dia menjelaskan, banjir itu membasahi seluruh ruangan sekolah. Akibatnya, alat kelengkapan sekolah, buku-buku bantuan bos alfirmasi hingga dokumen-dokumen rusak akibat banjir.

"Ya, printer, lemari, karpet, kursi dan meja guru, peralatan kebersihan hanyut, kompor terendam, pagar hanyut. Untuk sementara kerugian kurang lebih ditafsir Rp 30 juta," ungkapnya.

Banjir juga menyebabkan bangunan sekolah yang baru direhab rusak. Ia berharap sekolahnya mendapat perhatian pemerintah sehingga barang-barang yang rusak bisa diganti kembali.

Menurutnya, hari ini guru dan siswa mulai membersihkan gedung sekolah agar bisa digunakan untuk belajar-mengajar.

"Ya untuk sekarang solusi jangka pendeknya bersih-bersih karena banyak lumpur masuk ke ruang sekolah. Buku-buku yang basah akan dijemur," tukasnya.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebong, Fakhrrurozi saat dikonfirmasi menyebutkan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu data kerusakan maupun kerugian akibat banjir tadi malam tersebut.

"Belum ada laporan dari kades ataupun Camat Pinang Belapis. Untuk sementara belum ada," singkatnya.

Untuk diketahui, sejumlah rumah warga di dua titik di Desa Ketenong II Kecamatan Pinang Belapis Kabupaten Lebong, terendam banjir. Air menggenangi sekitar 70 unit bangunan dan 10 hektare sawah warga setelah hujan turun sejak Jum'at (2/10) sore sekitar pukul 16.05 WIB.

Ada dua sumber banjir, yakni di pemukiman warga disebabkan pertemuan aliran sungai Air Ketenong dan Air Manggup. Sedangkan, kolam warga diakibatkan oleh pertemuan Air Udik dan Air Mangup.

Bencana tersebut akibat intensitas hujan tinggi dan cukup lama, sehingga saluran air tak mampu menampung volume air hujan. Bahkan, ketinggian air di beberapa rumah mencapai 60-100 centimeter atau setinggi lutut orang dewasa. [tmc]




Komentar Pembaca
BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan
Saat-saat HRS Dipindahkan

Saat-saat HRS Dipindahkan

KAMIS, 14 JANUARI 2021 , 21:15:00

Ribka Tjiptaning: Tolak Vaksin Covid 19

Ribka Tjiptaning: Tolak Vaksin Covid 19

SELASA, 12 JANUARI 2021 , 20:50:00

Diduga Serpihan Pesawat Sriwijaya SJ182

Diduga Serpihan Pesawat Sriwijaya SJ182

SABTU, 09 JANUARI 2021 , 18:27:00

Peningkatan Pariwisata Jadi Usulan Prioritas

Peningkatan Pariwisata Jadi Usulan Prioritas

SENIN, 04 JANUARI 2021 , 18:21:00

Tidak Ingin Persatuan Hilang

Tidak Ingin Persatuan Hilang

MINGGU, 15 NOVEMBER 2020 , 07:51:00