Melibatkan Sekda Dan Plt Kepala BKD, Aduan Warga Akan Digarap Lintas Komisi

Seluruh ASN Yang Terlibat Turut Juga Akan Dipanggil

Daerah  KAMIS, 01 OKTOBER 2020 , 08:14:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Melibatkan Sekda Dan Plt Kepala BKD, Aduan Warga Akan Digarap Lintas Komisi

Wilyan Bachriar/Ist

RMOLBengkulu. Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Lebong, Wilyan Bachtiar, memastikan telah menerima perintah dari unsur pimpinan DPRD Lebong untuk memanggil Sekda Lebong, Mustarani beserta Plt Kepala BKD Lebong, Erik Rosadi.
Tak hanya itu, pihaknya juga akan memanggil Istri Plt Kepala BKD Lebong, Renilda yang juga ASN di Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3PA-KB).

Sekaligus Inspektorat, serta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Lebong.

"Maka kita akan memanggil seluruh ASN yang ikut DL ke Bali, termasuk pak Sekda," tegas Wilyan, kemarin (29/9).

Di sisi lain, lanjut Wilyan, pemanggilan ini menindak lanjuti laporan warga terkait perjalanan dinas para oknum pejabat tersebut ke Bali, dimana laporan disampaikan Selasa (22/9) lalu di DPRD Lebong.

Menurutnya, laporan yang disampaikan warga ini dijamin akan ditindaklanjuti secara cepat oleh instansi terkait dalam waktu paling lambat minggu ini.

Lebih jauh, ia menyatakan akan menelusuri sumber dana perjalanan dinas oknum pejabat tersebut. Termasuk anggaran di Sekretariat BKD Lebong. Apalagi, versi Wilyan, kunjungan itu tidak relevan dan tidak terlalu urgent.

"Keberangkatan ini kan terkait rapat koordinasi dari Kemenpan RB terkait pola pembibitan taruna Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD)," terangnya.

Dia juga berpendapat, seyogianya rombongan yang baru pulang dari zona merah ini harus diisolasi mandiri selama 14 hari.

Namun, ia melihat ada sikap tak mendidik yang ditunjukkan pimpinan ASN tersebut. Mengingat seketika kembali dari zona merah tetap melakukan kegiatan di tengah keramain tanpa isolasi mandiri.

Pemanggilannya nanti akan melibatkan lintas Komisi. Sebab, BKD dibawah komisi III, sedangkan pihaknya komisi I di bagian pemerintah ASN.

"Karena lintas komisi maka kami butuh waktu, namun dipastikan waktu dekat ini akan kita panggil," demikian Wilyan. [tmc]


Komentar Pembaca