Gas Melon Di Rejang Lebong Langka, Ini Penyebabnya

Daerah  RABU, 30 SEPTEMBER 2020 , 19:35:00 WIB | LAPORAN: RIZKI MARDANI

Gas Melon Di Rejang Lebong Langka, Ini Penyebabnya

Gas Melon/Net

RMOLBengkulu. Sejak beberapa waktu terakhir, kalangan masyarakat di Kabupaten Rejang Lebong mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas ukuran 3 kilogram.
Seperti yang dikeluhkan oleh Wulandari (39) warga Desa Air Meles Atas Kecamatan Curup Timur, menurutnya gas elpiji ukuran 3 kilogram tersebut mulai sulit didapat sejak sepekan terakhir.
"Susah sekarang dapatnya, sudah keliling ke warung-warung tetapi semuanya bilang gas kosong," kata Wulan dikonfirmasi RMOLBengkulu.

Selain sulit didapatkan, harga gas berbentuk melon tersebut juga meningkat, dimana biasanya di eceran diharga Rp 24.000 terakhir dirinya membeli diangka Rp 30.000 per tabung.

"Kemarin saya beli sudah Rp 30.000 biasanya Rp 24.000 bahkan katanya ada harganya sampai Rp 40.000 pertabung," bebernya.

Dirinya tidak mengetahui terjadinya kelangkaan gas elpiji subsidi tersebut, namun dirinya berharap pemerintah bisa mengatasi kelangkaan tersebut mengingat gas elpiji 3 kilogram sudah menjadi kebutuhan sehari-hari.

Terkait dengan kelangkaan tersebut, Manajer PT. Putri Cempaka Lestari, Nowan Kurniadi, salah satu agen penyalur gas elpiji di Kabupaten Rejang Lebong menilai, kelangkaan tersebut terjadi akibat meningkatnya kebutuhan masyarakat, mengingat pasokan dari Pertamina tidak ada pengurangan.

"Dari Pertamina tidak ada pengurangan alokasi atau jatah, kemungkinan ini karena kondisi Covid-19 ini, yang biasa menggunakan gas 12 kilo dan 5,5 kilo beralih ke gas 3 kilo, sehingga kebutuhan naik sedangkan penambahan dari Pertamina tidak ada," kata Nowan dikonfirmasi via telpon.

Saat ditanya ada tidaknya permainan Spekulan dalam kelangkaan gas tersebut, dirinya memastikan di Rejang Lebong tidak hal tersebut, termasuk penimbunan dan sebagainya.

Pasokan yang diterima PT. Putri Cempaka Lestari dalam seharinya sendiri dibeberkan dia yakni 2.800 tabung gas elpiji 3 kilogram.

"Dalam sehari pasokan sebanyak 5 truck dikali 560 tabung, atau 2.800 tabung," bebernya.

Sementara itu terkait dengan operasi pasar gas subsidi sendiri, diakui dia, kegiatan itu tergantung dari permintaan dinas terkait, operasi pasar bisa mereka gelar jika ada usulan dari dinas. [ogi]


Komentar Pembaca