Hampir Setengah Badan Jalan Ditutup Tanah, DPRD Sidak Ke Lokasi

Daerah  SELASA, 29 SEPTEMBER 2020 , 19:18:00 WIB | LAPORAN: SANDRI

Hampir Setengah Badan Jalan Ditutup Tanah, DPRD Sidak Ke Lokasi

Saat Komisi lll DPRD BS sidak lokasi pengerukan tanah/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Proses pengerukan tanah di dekat ruas jalan nasional di daerah Kayu Kunyit kecamatan Manna, dinilai cukup menggangu ketertiban pengguna jalan. Pasalnya, hampir setengah badan jalan ditutupi tanah. Bahkan, tidak sedikit masyarakat merasa terganggu akan aktivitas pengerukan menggunakan alat berat itu.

Oleh karenanya, Komisi III DPRD Bengkulu Selatan (BS) langsung melakukan sidak memastikan kondisi jalan akibat pengerukan tersebut. Hasilnya, DPRD menilai pengerukan untuk penimbunan tebat Galumpai yang di kerjakan PT Baragalau Tias Jaya lalai dan asal-asalan serta tidak memperhatikan keselamatan bagi pengguna jalan terlebih lagi di waktu hujan badan jalan sangat licin akibat tanah di badan jalan.

"Ini kan jalan Nasional, Kalau kondisinya seperti ini bisa membahayakan pengendara apa lagi kalau hujan. Kalau terjadi apa-apa dengan pengguna jalan mereka harus bertanggung jawab, dan tanah yang menutupi bagian jalan harus di bersihkan," tegas Ketua Komisi lll Holman di dampingi Siptin Gunawan dan Herian Johari saat sidak di lokasi pengerukan, Selasa (29/09).

Sementara itu, salah satu masyarakat yang berdekatan dengan lokasi pengurukan itu mengaku, cukup terganggu dengan adanya pengerukan tersebut, pasalnya diwaktu hujan air masuk ke dalam rumahnya. Sebab, salurkan drainase tertutup oleh tanah di lokasi pengerukan tersebut.

"Kalau hujan luapan air masuk ke dalam rumah karena siringnya tertutup oleh tanah, untuk itu kami minta untuk cari solusi agar pengerukan ini tidak membuat kami terganggu," ungkap Aslihin.

Sedangkan salah satu satu pengawas pengerjaan enggan disebutkan namanya saat di konfirmasi mengatakan, pengerukan itu sudah berjalan salama empat hari. Menyikapi sidak DPRD BS tersebut pihaknya segera membuka drainase yang tertutup akibat tertimbun tanah akibat pengerukan.

"Kalau bosnya di Bengkulu pak, tapi kami akan segera menertibkan pengerjaan ini agar masyarakat tidak terganggu," tuturnya

Untuk diketahui, pengerukan tanah tersebut untuk revitalisasi tebat gelumpai dengan nilai kontrak Rp 3,4 miliar dari dana APBN yang saat ini sedang berjalan. [ogi]


Komentar Pembaca