Tangkal Resesi Ke Lebong, Pencairan DD Dan ADD Tahap 2 Harus Dipercepat

Daerah  SENIN, 28 SEPTEMBER 2020 , 07:20:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Tangkal Resesi Ke Lebong, Pencairan DD Dan ADD Tahap 2 Harus Dipercepat

Ilustrasi/Net

RMOLBengkulu. Indonesia selangkah lagi akan menuju jurang resesi pada kuartal III 2020. Pasalnya, hingga kini geliat aktivitas perekonomian masih belum menunjukkan adanya perubahan.
Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Lebong Non-aktif, Wawan Fernandez meminta kepada stakeholder agar tak memperumit proses pencairan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tahap dua sebesar 40 persen tersebut.

Itupun sebagai salah satu bentuk pencegahan agar resesi tak menyasar masyarakat Lebong.

"Pencairan DD dan ADD tahap 2 sangat diperlukan mengingat pertumbuhan ekonomi yang melambat akibat Covid-19. Saya khawatir imbas dari resesi ekonomi terasa hingga ke masyarakat Lebong," katanya.

Ia mengatakan, mempermudah pencairan dana desa ini agar kepala desa dan aparaturnya bisa segera menjalankan program pembangunan yang telah direncanakan bersama masyarakat.

"Saya ingatkan agar pencairan jangan desa jangan dipersulit. Kalau ada yang mempersulit, segera lapor kepada kami," ujarnya.

Menurutnya saat ini memasuki akhir bulan September dan tinggal 3 bulan lagi tahun anggaran 2020 berakhir. Apalagi, porsi penyaluran DD dan ADD juga mengalami perubahan, di mana tahap I, II, dan III masing-masing disalurkan sebesar 40 persen, 40 persen, dan 20 persen.

"Belum lagi pencairan DD tahap 3 untuk melanjutkan visi-misi dari seluruh kades dalam melakukan pembangunan di tingkat desa," bebernya.

Di sisi lain, ia menyesalkan adanya pengurangan ADD masing-masing Rp 48 juta per desa. Ia berpendapat itu adalah salah satu kegagalan dalam penyusunan struktur APBD setempat.

"Saya juga menyesalkan dengan adanya pemotongan ADD yang menunjang kinerja para aparatur pemerintah desa dalam melayani masyarakat. Kedepan, mari kita sama-sama awasi setiap kebijakan yang diambil," tuturnya. [tmc]




Komentar Pembaca