Di Rejang Lebong, Pelajaran Lalu Lintas Masuk Kurikulum Pelajaran Sekolah

Daerah  KAMIS, 24 SEPTEMBER 2020 , 19:37:00 WIB | LAPORAN: RIZKI MARDANI

Di Rejang Lebong, Pelajaran Lalu Lintas Masuk Kurikulum Pelajaran Sekolah

Penandatanganan MoU antara Satlantas Polres Rejang Lebong dengan Disdikbud Rejang Lebong/Ist

RMOLBengkulu. Pelajaran lalu lintas program Korlantas Polri saat ini resmi masuk dalam kurikulum Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) tingkat SD dan SMP di Kabupaten Rejang Lebong.
Hal itu ditandai dengan penandatanganan Memorandum Of Understanding (MoU) antara Satuan Lalu Lintas Polres Rejang Lebong dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Rejang Lebong.

"Kita sudah melakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Satlantas Polres Rejang Lebong dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Rejang Lebong terkait Diseminasi Integrasi Pendidikan Lalu Lintas ke dalam Kurikulum PPKn jenjang SD dan SMP," kata Kapolres Rejang Lebong, AKBP Puji Prayitno melalui Kasat Lantas Iptu Aan Setiawan kepada awak media, (24/9).

Penandatangan nota kesepahaman itu disebutkan Kasat, dilakukan di SMPN 4 Rejang Lebong yang dilakukan langsung oleh Kepala Dispendik Rejang Lebong dan dihadiri langsung oleh Dirlantas Polda Bengkulu, Kombespol Budi Mulyanto yang turut menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut.

Dia menjelaskan, pelajaran lalu lintas penting di berikan sejak dini kepada anak-anak khusunya kalangan pelajar, guna mengurangi resiko kecelakaan kendaraan.

"Razia-razia yang dilakukan oleh polisi dalam jangka pendek mungkin bisa menekan jumlah pelajar yang menggunakan sepeda motor atau melanggar lalu lintas, tapi itu hanya pendekatan temporer, diperlukan langkah-langkah lain yang Iebih preventif, yaitu pendidikan lalu lintas kepada pelajar," jelasnya.

Untuk meminimalisasi pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di kalangan pelajar, disamping perlu ketegasan dari aparat kepolisian, menurutnya, hal yang tidak kalah penting adalah perlu ketegasan dari orang tua dan sekolah untuk melarang siswa membawa sepeda motor ke sekolah.

"Guru sebagai sosok yang sentral dalam proses pendidikan diharapkan mampu memainkan peran dan fungsi dengan baik dalam mentransfer pengetahuan nilai nilai pendidikan berlalulintas dalam khidupan sehari hari," pungkasnya. [ogi]

Komentar Pembaca