Strategi Belajar Tatap Muka Di Lebong, Pembagian Shift Dan Maksimal Hanya 20 Siswa Per Kelas

Pendidikan  KAMIS, 27 AGUSTUS 2020 , 18:12:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Strategi Belajar Tatap Muka Di Lebong, Pembagian Shift Dan Maksimal Hanya 20 Siswa Per Kelas

Baheramsyah/Ist

RMOLBengkulu. Pembelajaran tatap muka di Kabupaten Lebong mulai diberlakukan. Untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) mulai diberlakukan 24 Agustus lalu. Sedangkan, jenjang Sekolah Dasar (SD) akan susul kebijakan serupa pada tanggal 31 Agustus 2020 mendatang.
Hal itu berdasarkan Surat Edaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong dengan nomor: 800/2140/Dikbud/2020 perihal Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka di Masa Pandemi Covid-19.

Edaran itu ditujukan kepada Korwil 1, 2 dan 3, Kepala SMP Se-kab Lebong, Kepala SD se-kab Lebong, Kepala TK, Paud se-kab Lebong, Kepala SPNF Kabupaten Lebong.

Namun, suasana kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di Kabupaten Lebong akan sedikit berbeda dari sebelumnya. Menyusul akan dilakukan penyesuaian kebijakan pembelajaran di masa pandemi Covid-19.

Strategi-stretegi tersebut di antaranya sistem KBM yang akan dibagi dalam bentuk shift pagi dan siang. Kemudian pembatasan jumlah maksimal siswa dalam satu ruangan sebanyak 20 orang per kelas untuk menghindari kerumunan.

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lebong, Guntur melalui Sekretaris Baheramsyah didampingi Kabid Pembinaan dan Pendidikan, Heri Arianto membenarkan perihal tersebut.

"Kebijakan itu atas dasar Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada tahun ajaran 2020-2021 di Masa Pandemi Covid-19," ujarnya, Kamis (27/8).

Meskipun sekolah jenjang SD dan SMP sudah diperbolehkan gelar tatap muka, namun kebijakan itu belum berlaku bagi satuan pendidikan Taman Kanak Kanak (TKK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

"Khusus TK dan PAUD belum diperbolehkan sampai ada surat pemberitahuan berikutnya," bebernya.

Dia mengaku, khusus pembelanjaran tatap muka dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19, yakni proses pembelanjaran tatap muka dilaksanakan dengan sistem shift. Seperti penggunaan masker, cuci tangan pakai sabun, penggunaan hand sanitizer.

"Pengaturan shift diatur oleh satuan pendidikan masing-masing, dan pembagian siswa dengan shift tidak melebihi 20 siswa per ruang," tuturnya. [tmc]


Komentar Pembaca