Mengais Rezeki Dari Hoby Berburu Barang Batam

Ekbis  SENIN, 24 AGUSTUS 2020 , 10:23:00 WIB

Mengais Rezeki Dari Hoby Berburu Barang Batam
RMOLBengkulu. Pasar tradisional Panorama adalah salah satu tempat paling terkenal untuk berburu pakaian bekas atau yang biasa disebut Batam oleh masyarakat. Seorang laki-laki bernama Indra yang berprofesi sebagai pemilik salah satu toko kedai baju batam sempat kami wawancarai. Dia membawa kami duduk di kedainya yang dipenuhi dengan pakaian yang umumnya untuk kalangan pria seperti levis, Jaket dan hoodie.

Indra namanya, lelaki lulusan Universitas Muhamadiyah Bengkulu (UMB) jurusan FKIP, Bahasa Indonesia ini bercerita bahwa dia sudah mulai aktif sebagai pedagang pakaian Second sejak 2006 lalu. Bisnis yang bermula dari hoby ini awalnya dibuka secara online sambil membantu orang tua yang memang telah lebih dahulu bekerja sebagai pedagang pakaian Batam di pasar Panorama.

Awalnya dulu karena hoby. Dari dulu saya memang hoby makai barang-barang bermerk dan bagus. Ternyata pakaian (batam) bermerk yang saya dapat itu bisa dijual lagi dengan harga tinggi. Lama-lama akhirnya jadi bisnis sampai sekarang. Jualan pertama dulu secara online. Setelah lancar ya berkelanjutan ke toko sendiri seperti sekarang. Jadi online juga, toko juga kita isi,” ujar indra yang mengelola dagangannya lewat akun instagram @kedai_Second_bkl ini.

Pakaian yang dijual Indra pun harganya beragam, biasanya mulai dari  Rp 20.000 hingga Rp 300.000 tergantung kualitas dan merek. Pakaian ini biasanya didatangkan dari luar kota Bengkulu seperti Bandung dan Jakarta serta beberapa daerah lainnya. Indra mengaku bahwa dagangannya bahkan pernah diborong hingga Rp 10 juta.

Saat disinggung soal pendapat teman sejawatnya saat tahu bahwa dia berprofesi sebagai pedagang pakaian bekas, dengan wajah bersemangat Indra menjelaskan bahwa dia tidak merasa minder sama sekali dan teman-temannya bahkan banyak yang bertanya kepadanya soal pakaian bermerk yang dia gunakan dan turut memesan darinya.

Teman-teman malah responnya lumayan bagus. Mereka banyak yang T
tanya pakaian saya pakai dimana. Karena memang barang batam itu modelnya gak sama dan lebih menari,” ungkapnya.

Seperti pedagang sembako maupun pedagang lainnya, Indra mengaku bahwa pemasukannya sempat terganggu saat awal-awal covid-19, terutama pada saat wajib dirumah dan pelarangan buka toko. Namun, dia menjelaskan bahwa dagangannya secara online cukup lancar. Begitupun pemasukan atau pengiriman barang dari luar juga turut tersendat. Namun saat ini, penjualan sudah kembali normal.

Pemasukan memang sempat kurang stabil saat awal-awal Covid, tapi sekarang sih Alhamdulillah lancar lagi. Tapi ya tetap juga ada bergantung sikonnya, kalau dulu biasanya patokannya hari minggu. Tapi kalau kini gak mesti, kadang tu lebih ramai hari lain dari pada hari minggu,” kata Indra.

Saat ditanya apa yang menarik dari produk batam, Indra mengatakan bahwa semua produk gak ada yang sama. Untuk merek boleh sama, tapi model barangnya biasanya beda-beda.

Untuk pengalaman menarik itu serunya saat mendapatkan barang-barang branded dengan kualitas bagus walaupun second dengan harga yang bisa cukup tinggi saat jualnya lagi atau bisa juga untuk dipakai untuk koleksi pribadi. Terus juga waktu jualan bisa lebih banyak dapat teman lewat pelanggan. Sebab, teman adalah pelanggan,” jelas Indra saat menjawab pertanyaan tentang hal atau pengalaman menarik didunia perbataman.

Indra juga menceritakan pandangannya tentang seberapa menjanjikannya berjualan barang batam ini adalah saat melihat orang-orang sekitarnya yang berprofesi sama (berjualan produk batam) memiliki perekonomian yang lumayan bagus bahkan bisa memberikan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi begitupun asset rumah tangga mereka bisa bertambah. Bahkan Indra memaparkan bahwa pedagang pakaian distro atau pakaian baru dan ternama tidak sedikit yang berbelanja pakaian seken dengannya padahal mereka identik dengan pakaian yang baru.

Tapi memang kalau pakaian second ini tidak ada yang sia-sia meski sudah lama karena bisa diborongkan dengan harga yang tidak akan merugikan pedagangnya. Misalnya pakaian restan (pakaian stok lebih dari pembelian sebelumnya) saat memiliki produk baru, maka biasanya kami jual dengan cara diborongkan. Misalnya 100 lembar pakaian dikali dengan harga 10 nah itu biasanya mereka jual ke pasar kalangan yang sudah nampung barang kami biasanya dari Curup, Kepahyang, Manna dan sekitar wilayah provinsi Bengkulu,” terang Indra.

Tak lengkap rasanya bila membicarakan tentang penjulan tanpa menyinggung hal seperti diskon. Indra sendiri mengaku tidak ada hari-hari tertentu yang dia berikan untuk harga diskon.

Kami tidak memiliko hari-hari tertentu untuk diskon, tapi kalau untuk pelanggan baru biasanya saya kasih diskonnya. Tapi untuk pelanggan-pelanggan lama, biasanya saya kasih bonus berupa barangnya. Tapi kalau dia nggak mau bonus barang, biasanya saya karting dari pembelian. Misalnya harga 250, mentok di 230. Untuk pelanggan lama kita kasih 200 aja gitu” tutup Indra di akhir wawancara. [Novita Listriani/ogi]

Komentar Pembaca
H. Zahdi Taher, M.HI Jabat Kepala Kemenag Prov Bengkulu
Komplek Perkantoran Pemkab Kaur Jauh Dari Kata Bersih
Kebakaran Hebat Melanda Dua Toko

Kebakaran Hebat Melanda Dua Toko

SABTU, 29 AGUSTUS 2020 , 22:30:00