Sri Mulyani: Uang Pecahan Rp 75 Ribu Tak Diedarkan Bebas Apalagi Tambahan Likuiditas

Nusantara  SELASA, 18 AGUSTUS 2020 , 07:52:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Sri Mulyani: Uang Pecahan Rp 75 Ribu Tak Diedarkan Bebas Apalagi Tambahan Likuiditas

Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati/Net

RMOLBengkulu. Uang baru pecahan Rp 75 ribu yang dicetak Bank Indonesia dalam rangka perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-75 RI dipastikan sudah sesuai dengan amanat UU 7/2011 tentang mata uang rupiah. Berita terkait Ada Ratangga Di Uang Khusus Kemerdekaan, PT MRT Sumringah Mau Punya Uang Khusus Kemerdekaan? Begini Caranya... Penyedia Layanan Keuangan Digital Harus Jadi Solusi UMKM Bangkit

Mata uang rupiah ditempatkan sebagai salah satu simbol kedaulatan negara yang harus dihormati dan dibanggakan oleh seluruh warga negara Republik Indonesia. Oleh karena itu, rupiah ditetapkan sebagai uang kesatuan RI atau uang NKRI,” kata Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani lewat keterangannya, Senin (17/8).

Dia mengatakan, uang pecahan Rp 75 ribu tersebut telah dikoordinasikan oleh sejumlah pihak di antaranya Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, Kementerian Sosial, Kementerian Sekretaris Negara dan para ahli waris pahlawan.

Pengeluaran uang pecahan khusus 75 RI juga telah melalui berbagai perencanaan matang yang dilakukan sejak tahun 2018,” ujarnya.

Mantan direktur Bank Dunia ini membantah adanya anggapan bahwa uang pecahan Rp 75 ribu itu merupakan uang baru yang dicetak Bank Indonesia untuk diedarkan secara bebas untuk masyarakat.

"Bukan juga sebagai tambahan likuiditas untuk kebutuhan pembiayaan atau pelaksanaan ekonomi. Namun peluncuran uang rupiah khusus tersebut dimaksudkan dalam rangka memperingati peristiwa atau tujuan khusus, yang dalam hal ini adalah peringatan kemerdekaan republik Indonesia yang ke-75 tahun,” tandasnya. dilansir RMOL.ID. [ogi]


Sri Mulyani: Uang Pecahan Rp 75 Ribu Tak Diedarkan Bebas Apalagi Tambahan Likuiditas Laporan: Raiza Andini Laporan: Raiza Andini Senin, 17 Agustus 2020, 19:42 WIB 10 Shares facebook sharing button Share twitter sharing button Tweet whatsapp sharing button Share wechat sharing button Share sharethis sharing button Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati/Net Uang baru pecahan Rp 75 ribu yang dicetak Bank Indonesia dalam rangka perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-75 RI dipastikan sudah sesuai dengan amanat UU 7/2011 tentang mata uang rupiah. Berita terkait Ada Ratangga Di Uang Khusus Kemerdekaan, PT MRT Sumringah Mau Punya Uang Khusus Kemerdekaan? Begini Caranya... Penyedia Layanan Keuangan Digital Harus Jadi Solusi UMKM Bangkit Mata uang rupiah ditempatkan sebagai salah satu simbol kedaulatan negara yang harus dihormati dan dibanggakan oleh seluruh warga negara Republik Indonesia. Oleh karena itu, rupiah ditetapkan sebagai uang kesatuan RI atau uang NKRI,” kata Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani lewat keterangannya, Senin (17/8). Dia mengatakan, uang pecahan Rp 75 ribu tersebut telah dikoordinasikan oleh sejumlah pihak di antaranya Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, Kementerian Sosial, Kementerian Sekretaris Negara dan para ahli waris pahlawan. Pengeluaran uang pecahan khusus 75 RI juga telah melalui berbagai perencanaan matang yang dilakukan sejak tahun 2018,” ujarnya. Baca Juga Heri Gunawan: Pecahan Uang Baru Tak Sejalan Dengan Transaksi Nontunai Ada Ratangga Di Uang Khusus Kemerdekaan, PT MRT Sumringah Mantan direktur Bank Dunia ini membantah adanya anggapan bahwa uang pecahan Rp 75 ribu itu merupakan uang baru yang dicetak Bank Indonesia untuk diedarkan secara bebas untuk masyarakat. "Bukan juga sebagai tambahan likuiditas untuk kebutuhan pembiayaan atau pelaksanaan ekonomi. Namun peluncuran uang rupiah khusus tersebut dimaksudkan dalam rangka memperingati peristiwa atau tujuan khusus, yang dalam hal ini adalah peringatan kemerdekaan republik Indonesia yang ke-75 tahun,” tandasnya.

Artikel ini telah tayang di Rmol.id dengan judul "Sri Mulyani: Uang Pecahan Rp 75 Ribu Tak Diedarkan Bebas Apalagi Tambahan Likuiditas", https://ekbis.rmol.id/read/2020/08/17/448457/sri-mulyani-uang-pecahan-rp-75-ribu-tak-diedarkan-bebas-apalagi-tambahan-likuiditas.


Komentar Pembaca