Viral Sisipan Iklan Pornografi di Situs Belajar Daring, Kabag Humas: Bukan dari Surabaya

Nusantara  JUM'AT, 14 AGUSTUS 2020 , 07:33:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Viral Sisipan Iklan Pornografi di Situs Belajar Daring, Kabag Humas: Bukan dari Surabaya

Video situs belajar daring viral di aplikasi percakapan lantaran memuat konten iklan pornografi/RMOLJatim

RMOLBengkulu. Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara memastikan bahwa sisipan iklan pornografi di situs belajar daring yang sempat viral di aplikasi percakapan itu bukan dari Surabaya.

Bahkan, ia juga memastikan bahwa situs tersebut bukan website resmi Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya.

Kami sudah mengecek sumbernya dan kami pastikan itu bukan dari guru Surabaya, karena itu bukan website resmi Dispendik Surabaya,” kata Febri dikutip Kantor Berita RMOLJatim di kantornya, Kamis (13/8).

Menurutnya, pembelajaran daring untuk siswa di Surabaya hanya melalui aplikasi Dispendik, yaitu dispendik.surabaya.go.id dan office 365.

Selain itu, sejak beberapa minggu lalu pemkot juga melakukan pembelajaran melalui televisi swasta di Surabaya, yaitu SBO TV dan TV9.

Nah, selama pembelajaran melalui TV itu, guru hanya menyampaikan mata pelajaran sesuai tema dan memberikan tugas. Jadi, guru yang mengajar di TV tidak pernah menganjurkan untuk mencari kunci jawabannya di Google,” tegasnya.

Febri juga mengaku sudah mengecek ke Dispendik dan SBO TV tentang kunci jawaban yang beredar itu.

Hasilnya, Dispendik maupun SBO TV tidak mengeluarkan kunci jawaban tersebut, sehingga jelas bahwa itu bukan website resmi yang dikelola Pemkot Surabaya.

Teman-teman Dispendik sudah mengecek kepada para guru dan itu bukan dari guru Surabaya. Teman Dispendik juga sudah mengecek ke SBO dan itu bukan dari SBO dan bukan guru yang mengajar di SBO, jadi sudah jelas bahwa itu bukan dari pemkot,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia meminta kepada para orang tua atau warga Kota Surabaya untuk selalu berhati-hati dan mewaspadai situs-situs tidak resmi semacam ini.

Bahkan, ia meminta para orang tua untuk selalu mengawasi anak-anaknya ketika belajar daring.

Tentunya kami mohon kerjasama dari orang tua juga untuk selalu mewaspadai dan mengawasi anak-anaknya supaya tidak membuka situs-situs tidak resmi semacam ini,” pungkasnya.

Seperti diketahui sebuah video situs belajar daring viral di aplikasi percakapan lantaran memuat konten iklan pornografi.

Video berdurasi 33 detik itu diberi caption 'Bahaya kalau DARING kelas 2 SD ternyata diselingi gambar PORNOGRAFI. Dilihat dari alamat situsnya, soal itu untuk siswa SD kelas 2 yang diberikan pada 10 Agustus 2020.

Video tersebut memperlihatkan sebuah jari tangan seorang perempuan men-scroll sebuah soal atau mata pelajaran daring.

Jari telunjuk wanita itu terus menaikturunkan soal didalam layar HP nya sambil terus berbicara.

"Contoh benda cair tadi ya ini alat-alat bahan yg digunakan. Benda padat adalah. hmmm...ini tugasnya. Apakah benda padat itu, apa saja alat dan bahan yang mereka gunakan dalam membuat jus jambu. Berilah dua contoh benda yang termasuk benda cair dan gas. Kalau yang ini kelas satu," ujar wanita itu dalam video yang dilihat sejumlah awak media yang ngepos di Pemkot Surabaya.

Tak lama tiba-tiba saja wanita itu mengucapkan kata istighfar saat melihat gambar pornografi di sela-sela soal belajar daring.

"Aah... astaghfirullah... astaghfirullah... astaghfirullah. Kalau anak- anak lihat ini bagaimana ya. Wis tutup tutup," ujar wanita itu lantas berakhirnya video tersebut. [tmc]

Komentar Pembaca
H. Zahdi Taher, M.HI Jabat Kepala Kemenag Prov Bengkulu
Komplek Perkantoran Pemkab Kaur Jauh Dari Kata Bersih
Kebakaran Hebat Melanda Dua Toko

Kebakaran Hebat Melanda Dua Toko

SABTU, 29 AGUSTUS 2020 , 22:30:00