Uang Kontraktor Sudah Dikembalikan Setengah, Sisa Ada Sekitar Rp 1,5 Miliar Lagi

Warning Akan Tempuh Jalur Hukum

Daerah  KAMIS, 13 AGUSTUS 2020 , 18:49:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Uang Kontraktor Sudah Dikembalikan Setengah, Sisa Ada Sekitar Rp 1,5 Miliar Lagi

Ilustrasi/Net

RMOLBengkulu. Dipertengahan tahun anggaran 2020 ini, mulai terdengar jeritan dari kontraktor di Kabupaten Lebong. Terutama terkait hutang miliaran yang belum dikembalikan oknum pejabat kepada Gamal selaku rekanan.
Darmanto Hadi selaku Kuasa Hukum Gamal mengatakan, ada upaya penyelesaian secara persuasif antara kliennya dengan pihak yang menerima uang tersebut.

"Untuk hari ini saya belum tahu tindak lanjutnya bagaimana. Tapi, saudara WM Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) lama katanya mau ketemu saya siang ini. Kalau memang tidak ada titik temu kita akan serahkan ke pihak berwajib, biar clear," ujar Hadi kepada RMOLBengkulu, Kamis (13/8) pagi.

Dia mengaku, pihaknya akan menempuh jalur hukum apabila tidak ada penyelesaian dalam waktu dekat. Sebab, pihaknya telah mengantongi dokumen pendukung dan bukti transfer kliennya kepada oknum pejabat tersebut.

"Kalau awal dari catatan dokumen yang ada, termasuk bukti transfer hampir Rp 4,3 (Miliar). Kemudian sudah ada pengembalian hampir setengah dari (jumlah) pada itu. Sisanya itu ada sekitar Rp 1,5 (Miliar) sekian lagi," bebernya.

Baca juga: Agar Raih WTP, Pemkab Diduga Pakai Uang Kontraktor Hingga Rp 3,6 Miliar

Dia sangat menyayangkan, adanya sikap silang pendapat antara eks Kepala BKD Lebong dengan Sekda Lebong, Mustarani.  Terutama terkait status pengakuan hutang tersebut.

Meskipun kejadian itu terjadi saat sebelum Mustarani dilantik sebagai Sekda Lebong. Namun, upaya pengembalian pernah dilakukan sebelumnya. Bahkan, itupun diperkuat dengan dokumen pengembalian hutang dari jumlah yang diserahkan kliennya tersebut.

"Sudah ada pengembalian dari mereka. Sehingga, kalau mereka pada lemparan ini hutang siapa seperti yang diberitakan terakhir. Suruh mereka koreksi dirilah. Kenapa ada pengembalian," bebernya.

"Nanti saya akan lihatkan bukti klarifikasi hutang antara saudara Gamal dengan pihak pemkab. Termasuk juga Kepala BKD yang lama. Disebutkan Kepala BKD yang lama Pemkab Lebong memiliki hutang kepada saudara Gamal. Jadi, berpatokan dari sana saja siapa yang punya hutang," lanjutnya.

Baca juga: Pemkab Bantah Hutang Dengan Kontraktor, Lalu Hutang Eks Pejabat BKD?

Dia menyatakan, sebelum persoalan itu diseret ke aparat penegak hukum pihaknya masih menunggu itikad baik.

"Sekarang tinggal tunggu itikad baik. Intinya seperti itu. Kalau memang tidak ada pengembalian, saya tidak lagi berbicara hutang-piutang," tegasnya.

Di sisi lain, ia menyatakan, pengambilan uang kepada masyarakat sipil itu tidak dibenarkan. Terlebih lagi diklaim mantan Kepala BKD diperuntukkan untuk pengembalian kerugian negara berdasarkan temuan BPK RI Perwakilan Bengkulu.

"Artinya, OPD-OPD yang memiliki kewajiban untuk kembalikan uang itu, belum kembalikan duit toh? Itu logikanya, dari 2017 sampai sekarang uang itu kemana? Biar aparat penegak hukum yang akan usut, kalau memang tidak ada kejelasan," ungkapnya.

Lebih jauh, ia menguraikan, apabila uang kliennya tidak dikembalikan maka pihak berwajib sudah bisa mengusut kemana aliran dana milik kliennya tersebut berlabuh.

"Saya melihat sudah banyak klarifikasi dari pemkab Lebong. Lempar-lemparan hutang, sekda bilang bahwa itu bukan dia. Kemudian kepala BKD sebut bukan hutang pribadi, betul. Tapi, siapa yang melakukan itu pada 2017? Apakah benar temuan BPK dibayarkan dengan uang masyarakat? Artinya, Pemkab Lebong belum membayarkan kerugian negara secara real," tuturnya.  

Sementara itu, wartawan RMOLBengkulu dalam dua hari terakhir ini berusaha mengklarifikasi dengan pihak Kejari Lebong terkait kabar yang menyebutkan mereka sebagai fasilitator penyelesaian polemik tersebut.

Hanya saja, pejabat utama adhiyaksa Lebong itu belum berhasil ditemui wartawan. Pada Rabu (12/8) kemarin petugas keamanan Kejari Lebong menyebutkan jika para petinggi Kejari tidak berada di kantor.

Hal senada disampaikan petugas keamanan Kejari Lebong saat disambangi pada hari Kamis (13/8) sekitar pukul 10.23 WIB.

Ia mengaku, Kajari Lebong, Fadil Regan sedang berada di Jakarta. Sedangkan, Kasi Intel Kejari Lebong, Imam Hidayat sedang berada di Palembang.

"Pak Kejari langsung pulang ke Jakarta, (Kasi Intel) langsung pulang ke Palembang. Kemaren ada acara di Bengkulu," singkat petugas keamanan Kejari Lebong, bernama Berry. [tmc]


Komentar Pembaca
H. Zahdi Taher, M.HI Jabat Kepala Kemenag Prov Bengkulu
Komplek Perkantoran Pemkab Kaur Jauh Dari Kata Bersih
Kebakaran Hebat Melanda Dua Toko

Kebakaran Hebat Melanda Dua Toko

SABTU, 29 AGUSTUS 2020 , 22:30:00