Spesialis Jambret Cewek Ini, Berakhir Di Polsek Pino

Hukum  SELASA, 11 AGUSTUS 2020 , 18:37:00 WIB | LAPORAN: SANDRI

Spesialis Jambret Cewek Ini, Berakhir Di Polsek Pino

Kapolsek Pino Iptu Saryono/ist

RMOLBengkulu. Aksi dua pemuda warga Kabupaten Bengkulu Selatan (BS) bersinial D dan H yang merupakan spesialis penjambretan anak baru gede alias ABG ini usai sudah, setelah beraksi di desa Padang Lebar, Kecamatan Pino BS milik seorang pelajar warga desa Padang Mumpo.

Tidak hanya itu, kedua pemuda yang sudah putus sekolah itu kerap melakukan aksinya di wilayah hukum Polres BS, bahkan dari pengakuan keduanya dalam kurun waktu lebih kurang satu bulan belakangan, sudah beraksi di beberapa Tempat Perkara Kejadian (TKP) di wilayah hukum Polres BS.

Sepesialis jambret yang selalu mengincar cewek ini, melakukan aksinya dengan cara mendahului calon korbannya sembari melihat box motor yang dikendarai korban untuk memastikan isi dari box tersebut. Setelah pasti ada barang berharga, pelaku memperlambat laju kendaraan dan memepet motor korbannya dan melancarkan aksinya, namun pada saat bersaksi di wilayah Polsek Pino kedua pelaku berhasil diamankan.

"Ya, pelaku sudah kita amankan berserta barang bukti satu unit ponsel Android merek Vivo milik warga desa Padang Mumpo, Kecamatan Pino dan satu unit motor yang digunakan pelaku dalam aksinya. Pelaku ini selalu mengincar cewek dengan cara memepet motor korbannya," kata Kapolres BS Polda Bengkulu, AKBP Dedy Nata melalui Kapolsek Pino Iptu Saryono saat di konfirmasi, Selasa (11/08).

Sementara itu, meskipun kedua pelaku yang saat ini masih dibawah umur, namun pihak kepolisian tatap akan memproses pelaku sesuai dengan hukum yang berlaku, sebab keduanya merupakan residivis kasus pencurian.

"Pelaku ini merupakan residivis, jadi proses hukum tetap berlaku. Pada kasus ini pelaku dikenakan pasal 363 ayat 1 pasal ke 4 KHUP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara," jelas Saryono.

Atas kejadian tersebut, pihak Kepolisian mengimbau kepada seluruh masyarakat BS, untuk tidak mengunakan barang berharga saat mengendarai motor, sebab bisa mengundang perhatian pelaku kejahatan.

"Kalau sedang mengendarai motor sebaiknya tidak menggunakan barang berharga, untuk menghindari penyambretan sebab kejahatan selalu mengincar di manapun kita berada," tutup Saryono. [ogi]


Komentar Pembaca
H. Zahdi Taher, M.HI Jabat Kepala Kemenag Prov Bengkulu
Komplek Perkantoran Pemkab Kaur Jauh Dari Kata Bersih
Kebakaran Hebat Melanda Dua Toko

Kebakaran Hebat Melanda Dua Toko

SABTU, 29 AGUSTUS 2020 , 22:30:00