Kapolri Perintahkan Personel Polri Bantu Penegakan Disiplin Protokol Covid-19

Nusantara  SENIN, 10 AGUSTUS 2020 , 07:54:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Kapolri Perintahkan Personel Polri Bantu Penegakan Disiplin Protokol Covid-19

Kapolri Perintahkan Personel Polri Bantu Penegakan Disiplin Protokol Covid-19Kapolri Jenderal Idham Azis/Net

RMOLBengkulu. Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis memerintahkan seluruh jajaran Kepolisian membantu upaya penegakan disiplin masyarakat terkait kepatuhan terhadap protokol kesehatan demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Perintah Kapolri itu menindaklanjuti Inpres 6/2020 tentang peningkatan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian corona virus disease (Covid-19). Inpres tersebut ditandatangani Presiden Jokowi pada 4 Agustus 2020.

Salah satu tujuannya adalah memberikan kepastian hukum terhadap upaya pecegahan dan pengendalian Covid-19.

Sampai Minggu (9/8), kasus positif virus Corona (Covid-19) di Indonesia bertambah 1.893. Dengan penambahan tersebut, total kasus positif  di Indonesia menjadi 125.396.

"Tingginya kasus positif Covid-19 memang harus direspon dengan Inpres tersebut," ujar Jenderal Idham dalam keterangannya, Minggu (9/8).

Inpres tersebut, kata Jenderal Idham berperan untuk menyosialisasikan peningkatan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan.

Kapolri sadar kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan masih rendah sehingga muncul Inpres tersebut.

"Kami tinggal menyinkronisasikan program dilapangan dalam rangka pengendalian," ungkapnya.

Mantan Kepala Bareskrim Polri ini mengatakan pihaknya akan merumuskan implementasi Inpres tersebut di wilayahnya masing-masing.

Pelibatan personel Polri khususnya Babinkamtibmas bertujuan agar mereka dapat maksimal menjalankan program itu sesuai dengan tugas pokok sebagai unsur pembinaan di masing-masing wilayah pedesaan/kelurahan.

"Kami akan maksimalkan peran dan fungsi Babinkamtibmas untuk mendorong penerapan Inpres tersebut," katanya.

Sebagai informasi, Presiden Joko Widodo menerbitkan Inpres 6/2020 tentang Peningkatan Disipilin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19. Inpres tersebut di antaranya mengatur sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan.

Dilansir dari salinan Inpres yang diunggah di situs resmi Setneg, Rabu (5/8), lewat inpres itu, Jokowi memerintahkan seluruh gubernur, bupati/walikota untuk menyusun dan menetapkan peraturan pencegahan Covid-19.

Peraturan yang dibuat masing-masing kepala daerah wajib memuat sanksi terhadap pelanggaran penerapan protokol kesehatan.

Sanksi berlaku bagi pelanggaran yang dilakukan perorangan, pelaku usaha, pengelola, penyelenggara, atau penanggung jawab tempat dan fasilitas umum.

Sanksi dapat berupa teguran lisan atau teguran tertulis, kerja sosial, denda administratif, hingga penghentian atau penutupan sementara penyelenggaraan usaha.

Inpres itu diteken Jokowi pada Selasa (4/8) kemarin. Inpres mulai berlaku pada tanggal dikeluarkan. [tmc]

Komentar Pembaca
H. Zahdi Taher, M.HI Jabat Kepala Kemenag Prov Bengkulu
Komplek Perkantoran Pemkab Kaur Jauh Dari Kata Bersih
Kebakaran Hebat Melanda Dua Toko

Kebakaran Hebat Melanda Dua Toko

SABTU, 29 AGUSTUS 2020 , 22:30:00