Di Iran Setiap Tujuh Menit Sekali, Satu Kematian Terjadi Akibat Covid-19

Nusantara  SELASA, 04 AGUSTUS 2020 , 07:55:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Di Iran Setiap Tujuh Menit Sekali, Satu Kematian Terjadi Akibat Covid-19

Ilustrasi Covid-19/Net

RMOLBengkulu. Kasus virus corona cukup tinggi terjadi di Iran. Setidaknya satu orang meninggal akibat Covid-19 setiap tujuh menit sekali di negara itu.

Departemen Kesehatan Iran pada Senin (3/8) melaporkan ada 215 kasus kematian baru akibat Covid-19. Pemerintah menyebut salah satu faktor utama yang menyebabkan hal itu terjadi karena dan kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga jarak sosial.

Juru bicara Kementerian Kesehatan, Iran Sima Sadat Lari, mengatakan dengan adanya 215 kematian baru dalam 24 jam terakhir, membawa jumlah kematian di negara itu menjadi 17.405.

Sementara, hingga Senin (3/8) total kasus positif Covid- di Iran sebanyak 312.035.

Dalam sebuah tayangan televisi pemerintah Iran, terlihat beberapa orang Iran yang berlalu lalang di jalanan Teheran yang sibuk tanpa mengenakan masker wajah atau menjaga jarak sosial, seperti dikutip dari Memo, Senin (3/8).

Sementara itu, beberapa ahli meragukan keakuratan jumlah korban virus corona resmi Iran. Sebuah laporan oleh pusat penelitian parlemen Iran pada bulan April menunjukkan bahwa jumlah virus corona mungkin hampir dua kali lipat dari yang diumumkan oleh kementerian kesehatan.

Laporan itu mengatakan bahwa angka resmi virus corona Iran hanya didasarkan pada jumlah kematian di rumah sakit dan mereka yang sudah dites positif untuk virus corona saja.

Televisi BBC melaporkan pada Senin bahwa, berdasarkan data dari sumber anonim, jumlah kematian di Iran mungkin tiga kali lebih tinggi dari yang dilaporkan secara resmi. Otoritas kesehatan Iran membantah laporan itu dan mengatakan tidak ada yang ditutup-tutupi.

Dengan melonjaknya angka kematian akibat Covid-19 sejak pembatasan mereda pada pertengahan April, pemerintah Iran mengatakan langkah-langkah untuk mengekang penyebaran Covid-19 akan diberlakukan kembali jika peraturan kesehatan tidak dipatuhi. Sejak bulan lalu, pemerintah Iran telah mewajibkan penggunaan masker di tempat-tempat umum.

Dikutip dari Kantor Berita Politik RMOL, mengenai ujian masuk universitas nasional yang menurut rencana akan berlangsung pada bulan ini, Satgas Nasional Covid-19 Iran mengatakan akan segera mengumumkan apakah akan tetap dilaksakan atau tidak.

Sementara banyak masyarakat Iran meminta di media sosial agar pemerintah menunda ujian yang akan dihadiri sekitar 1 juta orang peserta itu. [tmc]

Komentar Pembaca
H. Zahdi Taher, M.HI Jabat Kepala Kemenag Prov Bengkulu
Komplek Perkantoran Pemkab Kaur Jauh Dari Kata Bersih
Kebakaran Hebat Melanda Dua Toko

Kebakaran Hebat Melanda Dua Toko

SABTU, 29 AGUSTUS 2020 , 22:30:00