Tingkatkan Profesionalisme Dan Etika Wartawan, PWI Mukomuko Gelar Pelatihan Jurnalistik

Daerah  KAMIS, 23 JULI 2020 , 18:30:00 WIB | LAPORAN: RISNA JULIYANA HUTASOIT

Tingkatkan Profesionalisme Dan Etika Wartawan, PWI Mukomuko Gelar Pelatihan Jurnalistik

Peserta Pelatihan Jurnalistik Sangat Antusias mengikuti Materi yang disampaikan Narasumber/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Mukomuko menggelar Pelatihan Jurnalistik yang digelar Kamis (23/7).

Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh Semua Anggota PWI Mukomuko, Perwakilan Serikat Media Siber Indonesia Mukomuko (SMSI) dan Asosiasi Media Bengkuli Online (AMBO).

Mengusung tema Tingkatkan Profesionalisme dan Etika Jurnalis selaras dengan perkembangan media massa yang ada saat ini, wartawan dituntut untuk menjalankan kegiatan jurnalisnya dengan menggunakan kode etik yang telah ada.

Kegiatan yang digelar di Aula BKD Pemkab Mukomuko itu di ikuti sekitar 60 peserta. Kegiatan itu merupakan salah satu upaya PWI Mukomuko dalam mendukung percepatan terwujudnya Kabupaten Mukomuko yang lebih baik dan berkemajuan.

Acara dibuka secara langsung oleh Bupati Mukomuko Choirul Huda. Bupati mengatakan bahwa perkembangan dan pembangunan suatu daerah juga ditentukan oleh pers.

"Tidak dipungkiri keberhasilan suatu daerah sangat membutuhkan peran insan pers. Baik dari segi kritik atas kebijakan pemerintah maupun menyebarluaskan informasi yang mendidik bagi masyarakat," kata Bupati.

Bupati berharap, peserta dapat menerapkan ilmu yang didapat dari pelatihan itu untuk meningkatkan efektifitas penyampaian informasi pada masyarakat.

"Semoga para peserta dapat menerapkan ilmu yang didapat dari narasumber. Sehingga penyampaian informasi pada masyarakat lebih efektif," harapnya.

Pelatihan yang di selenggarakan PWI Mukomuko tersebut menghadirkan narasumber dari PWI Provinsi Bengkulu, dalam hal ini Ketua PWI Provinsi Bengkulu Zacky Antoni.

Budi Hartono ketua PWI Mukomuko mengatakan, pelatihan yang digelar tentunya untuk meningkatkan kualitas baik dalam penulisan dan juga etika mencari berita.

"Kegiatan ini penting, jadi dengan adanya pembekalan ini untuk mengantisipasi terjadinya miskomunikasi antara Narasumber dengan Wartawan dalam pemberitaan, karena di era digitalisasi saat ini semua tidak ada yang sulit. Dalam hitungan menit bahkan detik, informasi bisa begitu cepat menyebar hingga ke pelosok dunia. Berbeda dengan dahulu," kata Budi.

Ia juha menghimbau kepada para wartawan, khususnya yang tergabung di PWI Mukomuko agar dalam penyajian informasi tetap mengacu pada kode etik Jurnalistik.

"Jangan menyebarkan berita bohong atau hoax, karena media ini merupakan pilar yang sangat strategis hingga bisa menjadikan yang tidak baik menjadi baik, begitupun sebaliknya," tutup Budi.

Kegiatan tersebut tetap mengedepankan protokol kesehatan dengan pembagian masker dari PWI Provinsi Bengkulu kepada peserta pelatihan. [ogi]


Komentar Pembaca
H. Zahdi Taher, M.HI Jabat Kepala Kemenag Prov Bengkulu
Komplek Perkantoran Pemkab Kaur Jauh Dari Kata Bersih
Kebakaran Hebat Melanda Dua Toko

Kebakaran Hebat Melanda Dua Toko

SABTU, 29 AGUSTUS 2020 , 22:30:00