Akhirnya, Kasus Penyiraman Air Cabai Oleh Oknum Kadis Berakhir Damai

Sampaikan Permohonan Maaf Kepada Masyarakat Lebong

Hukum  RABU, 22 JULI 2020 , 07:04:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Akhirnya, Kasus Penyiraman Air Cabai Oleh Oknum Kadis Berakhir Damai

Pelapor dan terlapor usai berdamai di Gedung Satreskrim Polres Lebong/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh Kadis Pertanian dan Perikanan (Disperkan), Emi Wati terhadap Kasi Pembinaan Masyarakat dan Kawasan Tranmigrasi (PMKT) Dinas Dinaskertrans Lebong, Ria Puspita berakhir dengan musyawarah mufakat.
Damai ini dilakukan setelah pihak terlapor Emi Wati yang juga adik Bupati Lebong, mendatangi ke rumah keluarga pelapor, Ria Puspita di Desa Talang Liak II Kecamatan Bingin Kuning, Kabupaten Lebong, Senin (20/7) malam.

"Sudah tadi malam pihak terlapor (Emi Wati, red) datang secara kekeluargaan menemui keluarga dan orang tua saya," kata Ria Puspita di Mapolres Lebong, Selasa (21/7) siang usai berdamai.

Dia menuturkan, sebagai kesepakatan damai tadi malam tersebut. Pihaknya diminta datang ke Mapolres Lebong, untuk mendokumentasikan jika antara pelapor dan terlapor sudah sepakat berdamai.

Bahkan, ia mengaku kesepakatan damai itu ia terima demi kebaikan antara kedua belah pihak.

"Hari ini jan 10 disuruh ke polres untuk dokumentasi. Iya demi kebaikan bersama," tuturnya.

Sementara itu, Kadis Pertanian dan Perikanan Lebong, Emi Wati mengucapkan permohonan maaf kepada masyarakat Lebong terkait adanya insiden penyiraman air cabai, belum lama ini.

"Terkait penyiraman cabe, kami kedua belah pihak minta maaf kepada masyarakat. Dan untuk berikutnya kami tidak akan memulai kejadian ini. Semoga kedepan lebih damai dan aman," ungkap Emi usai mendatangi di Mapolres Lebong, kemarin (21/7).

Hal senada disampaikan Kasi PMKT Dinaskertrans Lebong, Ria Puspita, bahwa dirinya sebagai korban sudah memaafkan tindakan yang dilakukan terlapor kepada dirinya, beberapa hari lalu.

"Semoga kedepannya, hubungan antara saya dengan saudari Emi Wati dapat berjalan dengan baik, dan membangun silaturahmi yang baik. Saya juga menyampaikan maaf terhadap masyarakat Lebong terkait kasus dan tindakan yang terjadi ini," tuturnya.

Terpisah, Kapolres Lebong Polda Bengkulu,  AKBP Ichsan Nur melalui Kasat Reskrim Polres Lebong Iptu Didik Mujiyanto didampingi Kanit Pidum, Ipda Albeth Salomo Sinulaki, memastikan kasus dugaan kasus penganiayaan terhadap pelapor berinisial RP tidak akan dilanjutkan. RP dan terlapor EW sudah berdamai.

Ia mengatakan jika kedua pihak yang bermasalah bersepakat untuk berdamai dan tidak melanjutkan, polisi tentu tidak dapat melanjutkan.

"Terkait laporan yang diterima Unit Pidum mengenai kasus penganiayaan yang dilakukan oleh saudari EW kepada RP telah diselesaikan di jalur damai," kata Salomo sapaan akrabnya.

Ketika pihak pelapor dan terlapor sudah bersepakat dan merasa adil ketika kasus tidak dilanjutkan. Maka, kata Salomo, pihak kepolisian tak bisa memaksa.

"Yang dimana kami selaku anggota unit Pidum Unit Satreskrim Polres Lebong menerima surat perdamaian yang telah disepakati oleh kedua belah pihak keluarga. Mereka ingin kasus ini dihentikan, dan diselesaikan secara kekeluargaan," demikian Salomo. [tmc]



Komentar Pembaca
H. Zahdi Taher, M.HI Jabat Kepala Kemenag Prov Bengkulu
Komplek Perkantoran Pemkab Kaur Jauh Dari Kata Bersih
Kebakaran Hebat Melanda Dua Toko

Kebakaran Hebat Melanda Dua Toko

SABTU, 29 AGUSTUS 2020 , 22:30:00