Opsi Sanksi Pejabat Terlapor Penyiraman Air Cabai Saat Jam Kerja Hanya Sebatas Teguran

Daerah  RABU, 15 JULI 2020 , 07:58:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Opsi Sanksi Pejabat Terlapor Penyiraman Air Cabai Saat Jam Kerja Hanya Sebatas Teguran

Hairudin/Ist

RMOLBengkulu. Di luar proses hukum yang dilakukan Polres Lebong, Tim penindakan kasus Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong turut juga melakukan pembinaan terhadap dua Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam kasus dugaan penyiraman air cabai.

Di mana, tim penindakan hanya memiliki opsi sanksi teguran kepada kedua ASN tersebut. Hal itu disampaikan Plt Kepala BKPSDM Lebong, Sumiati melalui Kabid Pengembangan dan Kinerja Apaeatur, Hairudin, Selasa (14/7).

Versi Hairudin, opsi tersebut bukan tanpa alasan. Itupun, setelah pihaknya mempelajari PP nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin PNS, dan PP nomor 11 tahun 2017 tentang manajemen PNS

"Setelah kami mempelajari kejadian tersebut hanya melanggar kewajiban sebagai ASN," ungkapnya.

Hairudin mengaku, opsi sanksi tersebut akan dikoordinasikan dengan pihak Inspektorat Lebong. Dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil pelapor berinisial RP sekalipun terlapor berinisial EW.

Pihaknya, akan memanggil kedua wanita yang sama-sama berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Lebong usai adanya kasus penyiraman air cabai pada saat jam kerja.

Dimana terduga pelaku sekaligus terlapor adalah EW yang juga Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Disperkan) Lebong terhadap RP Kasi Pembinaan Masyarakat dan Kawasan Tranmigrasi (PMKT) Dinaskertrans.

"Nanti kita cari waktu yang tepat, akan kita panggil mereka untuk mengklarifikasi terkait mengapa bisa terjadi kejadian tersebut," bebernya.

Baca juga: Adik Bupati Dikabarkan Siram Air Cabai Ke ASN Disnakertrans

Di sisi lain, ia menyebutkan kesulitan pihaknya adalah mediasi keduanya. Itupun karena posisi korban masih trauma.

"Kita belum bisa pastikan pemanggilan dalam dua hari ini terealisasi, karena info dari inspektorat bahwa RP tersebut masih trauma," tandasnya.

Di tempat terpisah, Kapolres Lebong, AKBP Ichsan Nur saat dikonfirmasi perihal pelaporan yang disampaikan RP ke Polres Lebong enggan menjawab. Pun dengan Kasat Reskrim, Iptu Didik Mujiyanto, turut juga belum merespon.

Baca juga: Korban Trauma, Laporan Kasus Penyiraman Air Cabai Dipastikan Sudah Masuk Polres-

Untuk diketahui, Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Trasmigrasi (Disnakertrans) Lebong mendadak gempar, Rabu (8/7) lalu. Penyebabnya, EW diduga menyiramkan air cabai ke muka RP.

Kasus tersebut akhirnya diseret RP ke meja kepolisian. Hingga saat ini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan secara resmi terkait motif penyiraman yang diduga dilakukan adik Bupati Lebong, Rosjonsyah tersebut.

Dengan alasan perkara tersebut masih dilakukan penyelidikan. Namun pastinya, sejumlah saksi telah diperiksa, dan barang bukti telah diamankan dari lokasi kejadian.

Informasi diperoleh, Sukirman, ASN Disnaskertrans Lebong mengaku melihat kejadian tersebut, dan sempat melerai dua wanita tersebut.

Sukirman menuturkan, dirinya sudah dimintai keterangan oleh penyidik Polres Lebong.

Menurut Sukirman, EW sempat duduk-duduk di kantor Disnakertrans menunggu RP sekitar 30 menit.

Ketika RP muncul, EW sontak menyiramkan air cabai ke muka korban. Kabarnya, air cabai sudah disiapkan EW dalam botol. [tmc]



Komentar Pembaca
Senyum Prabowo Airlangga

Senyum Prabowo Airlangga

SELASA, 07 JULI 2020 , 08:15:00

Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

SABTU, 04 APRIL 2020 , 17:43:00

China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

SABTU, 04 APRIL 2020 , 07:39:00