Keluarga Korban Masih Syok, Pelapor Dan Terlapor Penyiraman Air Cabai Gagal Dimediasi

Hukum  SENIN, 13 JULI 2020 , 18:06:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Keluarga Korban Masih Syok, Pelapor Dan Terlapor Penyiraman Air Cabai Gagal Dimediasi

Jauhari Chandra/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Diam-diam upaya mediasi antara pelapor berinisial EW dan terlapor berinisial RP dalam kasus dugaan penyiraman air cabai, terus dilakukan. Bahkan, pihak keluarga korban menolak bermediasi. Itupun lantaran masih dalam keadaan syok pasca kejadian.

Inspektur Inspektorat Kabupaten Lebong, Jauhari Chandra mengungkapkan, hingga saat ini keluarga RP yang juga Kasi Pembinaan Masyarakat dan Kawasan Tranmigrasi (PMKT) di Dinas Dinaskertrans Lebong, enggan ditemui.

Itupun usai pihaknya memanggil perwakilan BKPSDM Lebong, untuk mengambil langkah-langkah mediasi terhadap kedua ASN di lingkungan Pemkab Lebong tersebut.

"Hingga saat beliau belum mau menemui kita, karena belum siap
Kita juga sudah menemui pihak terlapor, yaitu Emiwati, termasuk H. Sahili dan Bupati Lebong," kata Jauhari, Senin (13/7).

Baca juga: Adik Bupati Dikabarkan Siram Air Cabai Ke ASN Disnakertrans

Di sisi lain, Jauhari mengaku, jika pihak keluarga korban siap dimediasi. Akan tetapi, jika mediasi itu diinisiasi aparat kepolisian.

"Namun pihak RP saat akan ditemui untuk upaya mediasi belum bisa dan orangtuanya menyatakan belum siap untuk bertemu karena masih dalam keadaan syok," jelas Jauhari.

Baca juga: Korban Trauma, Laporan Kasus Penyiraman Air Cabai Dipastikan Sudah Masuk Polres-

Saat ini, Inspektorat sendiri belum melakukan pembinaan terhadap kedua ASN tersebut usai adanya dugaan kasus penyiraman air cabai saat jam kerja berlangsung.

"Jadi hanya bisa berkomunikasi melalui telepon. Kita akan mengambil langkah penyelesaian yang terbaik dalam permasalahan ini. Kita juga sudah memanggil tim kedisiplinan ASN dari BKPSDM untuk menyelesaikan permasalahan ini bersama kedua belah pihak, yaitu pelapor dan terlapor," tuturnya.

Di tempat terpisah, Kapolres Lebong, AKBP Ichsan Nur saat dikonfirmasi perihal pelaporan yang disampaikan RP ke Polres Lebong enggan menjawab. Pun dengan Kasat Reskrim, Iptu Didik Mujiyanto, turut juga belum merespon.

Untuk diketahui, Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Trasmigrasi (Disnakertrans) Lebong mendadak gempar, Rabu (8/7) lalu. Penyebabnya, EW diduga menyiramkan air cabai ke muka RP.

Kasus tersebut akhirnya diseret RP ke meja kepolisian. Hingga saat ini, pihak kepolisian belum memberikan keterangan secara resmi terkait motif penyiraman yang diduga dilakukan adik Bupati Lebong, Rosjonsyah tersebut.

Dengan alasan perkara tersebut masih dilakukan penyelidikan. Namun pastinya, sejumlah saksi telah diperiksa, dan barang bukti telah diamankan dari lokasi kejadian.

Informasi diperoleh, Sukirman, ASN Disnaskertrans Lebong mengaku melihat kejadian tersebut, dan sempat melerai dua wanita tersebut.

Sukirman menuturkan, dirinya sudah dimintai keterangan oleh penyidik Polres Lebong.

Menurut Sukirman, EW sempat duduk-duduk di kantor Disnakertrans menunggu RP sekitar 30 menit.

Ketika RP muncul, EW sontak menyiramkan air cabai ke muka korban. Kabarnya, air cabai sudah disiapkan EW dalam botol. [tmc]



Komentar Pembaca
Senyum Prabowo Airlangga

Senyum Prabowo Airlangga

SELASA, 07 JULI 2020 , 08:15:00

Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

SABTU, 04 APRIL 2020 , 17:43:00

China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

SABTU, 04 APRIL 2020 , 07:39:00