Tebing Longsor, Perencanaan Jalan Rp 15 Miliar Dinilai Gagal

Daerah  RABU, 01 JULI 2020 , 06:51:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Tebing Longsor, Perencanaan Jalan Rp 15 Miliar Dinilai Gagal

Tampak bahu jalan mulai tergerus/Ist

RMOLBengkulu. Ketua Gemuru Lebong, Rozy Antoni menanggapi terkait proyek pembangunan jalan senilai Rp 15 miliar yang terancam amblas usai rampung dibangun tahun 2019 lalu.

Menyusul, tebing setinggi hampir 20 meter di ruas jalan Desa Tambang Saweak-Ketenong sepanjang 6 Km mengalami longsor. Longsornya tebing tersebut selain mengakibatkan bahu jalan tergerus juga mengancam amblas alias rusaknya jalan tersebut.

"Kalau kita merujuk pada perencanaan, maka pembangunan jalan ini masuk katagori gagal perencanaan,” katanya kepada RMOLBengkulu, Selasa (30/6).

Dia menjelaskan, harusnya pembangunan yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bengkulu itu diiringi dengan pelapis tebing.

Menurutnya, mendahulukan hotmix ketimbang pelapis tebing dan dam parit, pembangunan tersebut cenderung dipaksakan. Padahal, lokasi jalan tersebut curamnya begitu tinggi.

"Seharusnya, sebelum dilelang, proyek tersebut bisa dikaji dulu di lapangan, apakah medan lokasinya aman atau tidak. Kalau perlu bangun pelapis tebing dan parit dulu. Jangan dipaksakan terus, sehingga proses pembangunan tidak cepat rusak,” bebernya.

Baca juga: Baru Dibangun, Jalan Rp 15 Miliar Terancam Amblas

Dengan pengalaman ini, ia mengharapkan agar ke depan segala sesuatu pembangunan yang dilakukan di Kabupaten Lebong bisa direncanakan dengan matang, baik di tingkat Bapeda, TAPD, hingga legislatif.

"Jangan asal-asalan. Intinya, kejadian ini harus jadi pengalaman dan ke depan harus dievaluasi,” tegasnya.

Tak hanya itu, ia juga berharap aparat penegak hukum untuk tidak tutup mata terkait perihal ini. Apalagi anggaran yang dikucurkan tak sedikit sekalipun bisa digunakan untuk item kegiatan lain.

"Seperti Jamkesda dinonaktifkan karena tidak tersedianya anggaran. Artinya, dari pada prioritaskan pekerjaan fisik seperti ini, lebib baik dialihkan untuk anggaran Jamkesda yang memang peruntukkannya untuk masyarakat langsung," tuturnya.

Untuk diketahui, Camat Pinang Belapis Herwantoni sebelumnya menyebutkan, proyek senilai Rp 15 miliar lebih yang bersumber dari APBD Provinsi Bengkulu terancam amblas dan putus. Itupun setelah bahu jalan mengalami longsor.

Lokasinya terletak di Desa Tambang Saweak atau 2 Km dari Desa Ketenong Kecamatan Pinang Belapis, persisnya di tebing 3 basuak. [tmc]



Komentar Pembaca
Senyum Prabowo Airlangga

Senyum Prabowo Airlangga

SELASA, 07 JULI 2020 , 08:15:00

Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

SABTU, 04 APRIL 2020 , 17:43:00

China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

SABTU, 04 APRIL 2020 , 07:39:00