Soroti Pengelolaan Dana Covid-19, DPRD Bengkulu Usulkan Pembentukan Pansus

Nusantara  RABU, 01 JULI 2020 , 06:49:00 WIB | LAPORAN: TRI YULIANTI IMRAN

Soroti Pengelolaan Dana Covid-19, DPRD Bengkulu Usulkan Pembentukan Pansus

Usin Abdisyah/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Menyoroti pengelolaan anggaran Covid-19 di Provinsi Bengkulu,  Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah mengusulkan pembentukan panitia khusus (pansus) terkait pengelolaan dana covid-19 di Bengkulu.

Usulan tersebut disampaikan Usin usai  rapat paripurna penyampaian nota penjelasan pertanggung jawaban pelaksanaan APBD Provinsi Bengkulu 2019 yang dihadiri langsung oleh wakil gubernur Bengkulu, Dedy Ermansyah.

Dikatakan Usin, pembentukan pansus tersebut dianggap penting karena nantinya akan mengawasi kinerja dan anggaran Gugus Tugas Covid-19 yang ada di Provinsi Bengkulu.

Mengingat, tidak ada penjelasan secara rinci atas penyampaian Pemerintah Provinsi  Bengkulu terkait pengelolaan dana covid-19 tersebut.

"Kita menilai tidak jelasnya pengelolaan dana Covid-19 yang di lakukan oleh pemprov Bengkulu," kata Usin, Selasa (30/6) kepada RMOLBengkulu.

 Ia juga menambahkan bahwa di Badan Anggaran (Banggar) sendiri sudah memberikan catatan pada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang mengajukan dana Rp 30,8 Miliar tersebut untuk penanganan covid-19. Baik itu pencegahan, penanganan, rehabiltasi ekonomi dan lain sebagainya.

Sementara, ketika TAPD menggelar rapat bersama dengan banggar beberapa waktu lalu tidak memaparkan secara jelas terkait pengelolaan dana covid-19 tersebut.  Melainkan hanya memaparkan secara ringkas alias tidak detail.

"Penggunaan anggaran Covid-19 hanya pada 3 sub yakni Dinas Kesehatan, RSUD M.Yunus dan Dinas Koperasi dan UKM, dari tiga ini kita minta item-itemnya. Sampai hari ini tidak ada disampaikan pada kami," lanjutnya.

Di sisi lain, pihaknya juga mempertanyakan apa-apa saja program yang telah dilakukan, tambah Usin. Karena saat in, alat PCR atau Swab test yang digunakan masih meminjam pada instansi lainnya. Untuk itu, selama masa pandemi masih terus berlanjut, kemungkinan besar akan ditemukan kejanggalan dalam penggunaan dana tersebut.

"Masa test swab harus minjam, saya tidak tahu hari ini sudah ada atau belum. Tapi harus minjam, ini yang parah. Jadi selama Covid-19 ini kemana saja dana tersebut di belanjakan sehingga alat swab saja kita belum mililki," bebernya.

"Jika nanti Covid-19 ini masih berlanjut tentu akan menjadi tanda tanya besar soal alat tersebut," tambah Usin.

Terpisah, Wakil Gubernur Bengkulu Dedy Ermansyah mengapresiasi adanya wacana pembentukan pansus tersebut. Ia menilai semakin banyak pihak yang mengawasi maka akan semakin bagus kinerja yang akan dilakukan oleh Pemprov Bengkulu.

"Soal kemana anggaran itu di belanjakan, jujur saya tidak tahu-menahu. Kita harapkan dan yang sudah di anggarkan itu tetap sasaran. Tadi ada usulan kalau DPRD Provinsi akan membentuk Pansus, kita sangat mendukung langkah tersebut, semakin banyak yang mengawasi, semakin bagus, kita menyambut baik hal itu," tutup Dedy. [tmc]

Komentar Pembaca
Senyum Prabowo Airlangga

Senyum Prabowo Airlangga

SELASA, 07 JULI 2020 , 08:15:00

Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

SABTU, 04 APRIL 2020 , 17:43:00

China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

SABTU, 04 APRIL 2020 , 07:39:00