Dua PPS Dinyatakan Reaktif, KPU Pastikan Verfak Tetap Berjalan

Daerah  MINGGU, 28 JUNI 2020 , 17:11:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Dua PPS Dinyatakan Reaktif, KPU Pastikan Verfak Tetap Berjalan

Tampak rapid test yang digelar tim medis/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lebong menggelar rapid test massal untuk 312 Panitia Pemungutan Suara (PPS) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 9 Desember 2020 mendatang.

Ratusan PPS itu menjalani rapid test di Puskesmas berbeda-beda sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19.

Keenam Puskesmas yang dijadikan lokasi rapid test itu, diantaranya Puskesmas Rimbo Pengadang, Puskesmas Tes, Puskesmas Lemeupit, Puskesmas Sukau Datang, Puskesmas Muara Aman, serta Puskesmas Ketenong.

Hasilnya, sebanyak 2 dari 312 petugas yang dirapid test dinyatakan reaktif. Kedua PPS itu bertugas di Kecamatan Bingin Kuning, dan Kecamatan Lebong Selatan.

"Iya benar, hasilnya dua PPS dinyatakan reaktif," kata Khidhr, Minggu (28/6).

Namun demikian, ia mengaku verifikasi faktual (verfak) data dukungan pasangan bakal calon perseorangan Pilkada 2020, tetap berjalan sesuai jadwal. Dimulai dari tanggal 29 Juni sampai 12 Juli 2020.

Khusus kedua PPS yang dinyatakan reaktif harus menjalani isolasi mandiri. Sedangkan, tugasnya akan digantikan dua PPS lainnya.

"Dua reaktif, per desa kan ada 3 anggota PPS. Artinya, dua PPS yang reaktif tugasnya di back-up PPS desa tersebut dan PPK," ungkap Khidhr.

Dia menambahkan, rapid test terhadap petugas verifikasi faktual ini sebagai bentuk penerapan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 dalam melaksanakan tahapan Pilkada Lebong 2020.

KPU ingin memastikan para petugas yang terjun ke masyarakat dalam kondisi sehat dan bebas dari Covid-19.

"Untuk itu, kami meminta masyarakat yang namanya masuk di data dukungan tidak takut saat menerima petugas verifikasi faktual. Karena, petugas yang terjun ke lapangan sudah melalui protokol kesehatan dan dinyatakan sehat. Petugas juga dibekali alat pelindung diri saat turun ke masyarakat," tuturnya.

Terpisah, Kadis Kesehatan Lebong, Rachman menambahkan, dari hasil itu PPS KPU akan mengikuti protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang sudah ditetapkan Dinkes.

Para petugas verifikasi faktual yang dinyatakan reaktif rapid test diminta isolasi mandiri selama 14 hari.

"Iya, isolasi mandiri. Untuk desanya KPU yang tahu," bebernya.

Di sisi lain, Rahman menuturkan hasil tersebut belum bisa memastikan apakah seseorang tersebut positif atau negatif terinfeksi virus corona.

Jika seseorang mendapatkan hasil rapid test reaktif belum tentu ia berarti positif. Makanya, dalam waktu dekat tim Provinsi Bengkulu akan turun melakukan swab.

"Belum, tunggu tim Dinas Kesehatan Provinsi turun dulu," tuturnya. [tmc]



Komentar Pembaca
H. Zahdi Taher, M.HI Jabat Kepala Kemenag Prov Bengkulu
Komplek Perkantoran Pemkab Kaur Jauh Dari Kata Bersih
Kebakaran Hebat Melanda Dua Toko

Kebakaran Hebat Melanda Dua Toko

SABTU, 29 AGUSTUS 2020 , 22:30:00