Tidak Dilibatkan, Realisasi Dana Covid-19 Tanpa Diketahui Dewan

Daerah  RABU, 24 JUNI 2020 , 18:32:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Tidak Dilibatkan, Realisasi Dana Covid-19 Tanpa Diketahui Dewan

Anggota DPRD Lebong, Wilyan Bachtiar/Ist

RMOLBengkulu. Anggota DPRD Lebong, Wilyan Bachtiar menyesalkan sikap Pemkab Lebong dalam menyusun anggaran penanggulangan Covid-19 sebesar Rp 22.980.119.191 tanpa melibatkan DPRD Kabupaten Lebong.

Padahal untuk merubah APBD Perubahan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Lebong harus melibatkan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Lebong.

Oleh karenanya, pihak legislatif yang memiliki fungsi pengawasan akan benar-benar telusuri dengan ketat sehingga penggunaannya benar-benar tepat sasaran kepada mereka yang terkena dampak Covid-19.

"Tidak, karena alasan saat itu mendesak  (darurat, red) dan secara regulasi memang tidak perlu persetujuan dewan, anggaran dewan pun lebih kurang Rp 4 Miliar sesuai presentase dipangkas untuk dana Covid-19," jelas Wilyan, Rabu (24/6) siang.

Anggota DPRD Lebong dari partai Perindo ini mengklaim akan terlebih lebih dahulu menyurati Pemkab Lebong untuk bersama-sama membahas besaran anggaran yang akan dialokasikan untuk penanggulangan Covid-19 di daerah itu melalui DPA perubahan.

"Betul. Selesai rapat Covid-19, Minggu depan saya minta pimpinan memanggil TAPD untuk Hearing mslh ini. Sayangnya saya sendirian mau mempertanyakan masalah ini," tambah Wilyan yang juga Ketua Komisi I DPRD Lebong.

Sejauh ini, ia mengaku, baru mengetahui realisasi anggaran untuk jaringan pengamanan sosial sebesar Rp 2,7 Miliar. Dimana, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Sosial (PMDS) Lebong sebagai leading sektor.

Hanya saja, bantuan itu belum seluruhnya diterima masyarakat. Sebab, baru satu kecamatan terealisasikan. Sedangkan, sisanya 11 kecamatan belum menerima bantuan paket pangan yang bersumber dari APBD Lebong.

"Tak hanya bantuan pangan ini. Dana lainnya harus kita telusuri dan awasi," ucap Wilyan.

Sedianya, ancaman Covid-19 sudah berlangsung sejak bulan Maret 2020. Namun, ia mengaku pengelolaan dana Covid-19 sangat lamban. Mengingat sebentar lagi akan memasuki skenario normal baru.

Bahkan, pertemuan dengan DPRD Lebong belum lama ini tanpa merincikan anggaran yang dipakai dan berapa total anggaran yang sudah masuk ke kas daerah.

"Khusus untuk Covid-19 lebih kurang Rp 22 miliar, inilah masih belum clear. Kemarin baru kita hearing dengan Gugus Tugas san OPD terkait, untuk menelusuri pendistribusian dana, dan berapa dana yang sudah terpakai, dan dimana dana Rp 22 miliar itu? Apa kendalanya sehingga belum realisasi," tuturnya mengakhiri konfirmasi. [tmc]


Komentar Pembaca
Anies Baswedan Positif Covid-19

Anies Baswedan Positif Covid-19

SELASA, 01 DESEMBER 2020 , 11:51:49

Copot Baliho Habib Rizieq Tak Berizin oleh Satpol PP Kota Semarang
PROMO - UNDANGAN WEBINAR INTERNASIONAL

PROMO - UNDANGAN WEBINAR INTERNASIONAL

KAMIS, 19 NOVEMBER 2020 , 10:58:48

Tidak Ingin Persatuan Hilang

Tidak Ingin Persatuan Hilang

MINGGU, 15 NOVEMBER 2020 , 07:51:00

Banyak Bangunan-Bangunan Terbengkalai Di Kaur

Banyak Bangunan-Bangunan Terbengkalai Di Kaur

JUM'AT, 02 OKTOBER 2020 , 19:11:00

H. Zahdi Taher, M.HI Jabat Kepala Kemenag Prov Bengkulu