Pemprov Bengkulu Akan Kelola Limbah B3 Sendiri

Nusantara  KAMIS, 11 JUNI 2020 , 19:00:00 WIB | LAPORAN: TRI YULIANTI IMRAN

Pemprov Bengkulu Akan Kelola Limbah B3 Sendiri

Rohidin Mersyah/RMOLBengkulu

RMOLBengkulu. Pemerintah Provinsi Bengkulu berencana akan melakukan pengolahan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (Limbah B3) dengan menggandeng para investor dalam waktu dekat ini, Kamis (11/6) pagi.

Hal tersebutt dikatakan Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah. agar Provinsi Bengkulu memiliki lingkungan yang betul-betul sehat dan terpelihara dengan baik.

Menurut Undang-Undang nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, limbah bahan berbahaya dan beracun (limbah B3) adalah zat, energi dan/atau komponen lain yang karena sifat, konsentrasi dan/atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan, merusak lingkungan.

Sedangkan, untuk pengolahannya limbah B3 sendiri dapat dilakukan dengan cara thermal, stabilisasi, solidifikasi secara fisika, kimia, maupun biologi dengan cara teknologi bersih atau ramah lingkungan.

"Tentu ini untuk menyelamatkan lingkungan Bengkulu agar sehat, serta terpelihara dengan baik," kata Rohidin, Kamis (11/6).

Di sisi lain, lanjut Rohidin  limbah B3 ini merupakan sebuah potensi ekonomi tersendiri dan instalasi limbah  bagi suatu daerah dalam bentuk kawasan industri. Serta bisa meningkatkan daya saing kalau  Bengkulu memiliki instalasi pengelolaan limbah yang refresentatif dan bagus.

"Atas pertimbangan itu, jutaan ton limbah B3 kita itu diangkut kebeberapa daerah yang diliar provinsi bengkulu,  seperti sumatera utara, jakarta,  dan lampung.  Hal ini tentu di satu sisi ini merugikan karena ini sumber daya," tambah Rohidin.

Kemudian, orang akan beranggapan bahwa jika berinvestasi di Bengkulu pengolahan limbahnya tidak ada melainkan dibawa keluar. Ini tentu menimbulkan pencemaran yang lain.

Sementara itu, pihaknya sudah sepakat, kalau limbah B3 akan menjadi sebuah keharusan untuk di bangun Bengkulu yang berlokasikan di kawasan terpadu industri Pulau Baii.

"Akan kita siapkan lahannya dan sudah ada beberapa investor yang siap menanam investasi dibidang itu. Sehingga nanti semua industri yang menghasilkan limbah B3 bisa di pakai di Bengkulu," tutup Rohidin.

Diketahui, lahan yang dibutuhkan untuk kegiatan tersebut, yaitu 4 sampai 5 hektar, dan akan menargetkan hal ini bisa terlaksana dalam tahun ini. [tmc]

Komentar Pembaca
Senyum Prabowo Airlangga

Senyum Prabowo Airlangga

SELASA, 07 JULI 2020 , 08:15:00

Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

SABTU, 04 APRIL 2020 , 17:43:00

China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

SABTU, 04 APRIL 2020 , 07:39:00