Terhitung Juni, 30.192 Peserta Tidak Lagi Terima Jaminan Kesehatan

Daerah  SELASA, 09 JUNI 2020 , 19:24:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Terhitung Juni, 30.192 Peserta Tidak Lagi Terima Jaminan Kesehatan

Ilustrasi/Net

RMOLBengkulu. Sebanyak 30.192 peserta penerima jaminan kesehatan daerah (jamkesda) di Kabupaten Lebong, dinonaktifkan kepesertaannya terhitung mulai 1 Juni 2020.

Alasannya karena dilakukan Pemutusan Kerja Sama (PKS) antara Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dengan Pemkab Lebong.

Kepala BPJS perwakilan Kabupaten Lebong, Handoko mengatakan, puluhan ribu warga kelas tiga ini tidak bisa lagi berobat dengan menggunakan kartu BPJS Kesehatan yang iurannya ditanggung oleh pemerintah.

Sebab, layanan terhadap mereka sudah disetop sejak awal 1 Juni kemarin. Baik itu pelayanan falkes di puskesmas, klinik pratama hingga rumah sakit setempat.

"Yang pasti, kalau kepesertaannya dinonaktifkan, maka peserta tidak bisa mengakses ke fasilitas pelayanan kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS kesehatan," bebernya, Selasa (9/6).

Dia menyatakan, apabila 30.192 penerima Jamkesda itu hendak diaktifkan kembali, maka anggaran yang diperlukan mencapai Rp 6,4 Miliar untuk periode Juli hingga Desember 2020.

Namun demikian, ia mengaku, pemkab telah menanggung biaya bagi 30.192 peserta Jamkeskda terhitung 1 Januari hingga 20 Mei 2020. Dengan total anggaran mencapai Rp 6,2 Miliar.

"Ini peserta jamkesda yang dinonaktifkan di kelas 3 semua. Dengan kondisi ini, maka seluruh pelayanan Falkes dihentikan sementara," tutupnya.

Sementara itu, Kadis Kesehatan Lebong, Rachman menambahkan, kebijakan penonaktifan ini dilakukan lantaran anggaran untuk puluhan ribu peserta itu sudah tidak tersedia.

Saat ini, versi Rachman, masih tersisa Rp 1,1 Miliar anggaran untuk para peserta penerima jaminan kesehatan. Oleh karenanya, menurutnya tidak cukup untuk mengakomodir Jamkesda 30.192 peserta tersebut.

Atas dasar itu, pihaknya melakukan penonaktifan sembari menunggu hasil riview yang berhak tercatat sebagai peserta Jamkesda tersebut.

"Peserta (Jamkesda, red) cuma bisa lanjut sekitar 7 ribuan lagi yang aktif. Diutamakan yang berobat rutin dan penyakit menahun, ibu hamil. Sekarang, sedang disusun oleh tim dikoordinasi oleh bappeda, sosial, dinkes dan capil," tuturnya. [tmc]



Komentar Pembaca
H. Zahdi Taher, M.HI Jabat Kepala Kemenag Prov Bengkulu
Komplek Perkantoran Pemkab Kaur Jauh Dari Kata Bersih
Kebakaran Hebat Melanda Dua Toko

Kebakaran Hebat Melanda Dua Toko

SABTU, 29 AGUSTUS 2020 , 22:30:00