Biadap, Seorang Anak Piatu Jadi Korban Sodomi Anggota PPK

Hukum  KAMIS, 04 JUNI 2020 , 06:50:00 WIB | LAPORAN: ALEXANDER

Biadap, Seorang Anak Piatu Jadi Korban Sodomi Anggota PPK

Ilustrasi/Net

RMOLBengkulu. Belum juga redup, kabar mengenai merebaknya virus corona. Seorang anak piatu di Kabupaten Lebong dikabarkan menjadi korban sodomi dari salah satu anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Topos, berinisial BD.

Pria yang juga berprofesi sebagai seorang guru honorer di Sekolah Dasar (SD) itu digelandang ke Mapolsek Rimbo Pengadang, Rabu (3/6) kemarin.

Informasi yang diperoleh, penangkapan itu didasari oleh laporan paman korban, belum lama ini.

Ia diamankan lantaran dilaporkan menjadi terduga pelaku kebiadaban seks menyimpang kepada salah satu anak piatu tersebut, sebut saja Boy.

Dari sumber yang berhasil dihimpun RMOLBengkulu, bocah yang masih duduk di bangku kelas enam SD itu telah mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari BD. Korban diduga telah dirudapaksa sudah lama atau sudah bertahun-tahun.

"Dia itu (terduga pelaku) guru honorer SD dan anggota PPK di Kecamatan Topos. Korbannya masih di bawah umur dan baru kelas 6 SD," ujar salah satu keluarga korban yang identitasnya disembunyikan, kemarin (3/6).

Dia mengutarakan, kejadian itu dinilai tidak berprikemanusiaan. Sebab, bocah laki-laki itu diketahui merupakan seorang anak piatu yang sudah tidak mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya lagi.

Ibu kandung korban sudah meninggal dunia. Sedangkan, sang ayah menikah lagi dan sudah tidak tinggal bersama korban.

Selama ini, korban diketahui tinggal bersama nenek dan kakeknya di wilayah Kecamatan Topos.

Hanya saja, terduga pelaku diduga memanfaatkan kesendirian korban tersebut dengan melampiaskan hawa nafsunya tersebut.

"Ibunya sudah meninggal, kalau bapaknya menikah lagi dan tidak tinggal lagi bersama dia (korban). Dia anak yatim. Selama ini korban hidup dengan nenek dan kakeknya," lanjut dia menjelaskan.

Dia berharap, terduga pelaku diproses hukum seberat-beratnya. Sebab, menurutnya korban masih di bawah umur, dan perbuatan yang dilakukan terduga pelaku tak pantas dicontoh di tengah masyarakat.

Terlebih lagi terduga pelaku sebagai tenaga pendidik dan terpilih sebagai penyelenggara Pilkada 2020 di Kabupaten Lebong.

"Dia ini kan selain anggota PPK juga seorang guru. Tidak sewajarnya itu dilakukan. Kami harap polisi memberikan hukuman yang seberat-beratnya," tuturnya.

Terpisah, Kapolres Lebong, AKBP Ichsan Nur melalui Kapolsek Rimbo Pengadang, Iptu Suroso membenarkan informasi tersebut. Bahkan, menurutnya saat ini pelaku telah diamankan di Mapolsek Rimbo Pengadang.

Sementara itu, ia belum bisa memberi keterangan lebih jauh. Terutama modus, jumlah korban, hingga tempat kejadian perkara (TKP) terduga pelaku melakukan aksinya. Apalagi, terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan.

"Iya, untuk sementara masih dilakukan pemeriksaan, dalam pengembangan. Besok kita informasikan lagi," singkat kapolsek. [tmc]




Komentar Pembaca
Viral!! Aksi Menunggang Sapi Raksasa di Boyolali
Jasad ABK WNI Ditemukan di Frezeer Kapal China

Jasad ABK WNI Ditemukan di Frezeer Kapal China

JUM'AT, 10 JULI 2020 , 21:30:00

New Normal New Ideas

New Normal New Ideas

MINGGU, 05 JULI 2020 , 02:30:19

Senyum Prabowo Airlangga

Senyum Prabowo Airlangga

SELASA, 07 JULI 2020 , 08:15:00

Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

SABTU, 04 APRIL 2020 , 17:43:00

China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

SABTU, 04 APRIL 2020 , 07:39:00