Otak Kiri, Otak Kanan

Opini Jo  KAMIS, 04 JUNI 2020 , 06:37:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Otak Kiri, Otak Kanan
PADA tahun 1981, neuropsikobiologis asal Kanada Roger Wolcott Sperry bersama dua rekan ilmuwan sejawatnya, yaitu David Hunter Hubel dan Torsten Nils Wiesel memperoleh anugrah Nobel dalam bidang fisiologi dan kedokteran untuk teori otak terbagi menjadi otak kiri yang dianggap sebagai pusat pemikiran rasional dan otak kanan sebagai pusat pemikiran emosional.

Bukan Penganut
Saya bukan penganut aliran kepercayaan teori neureopsikobiologis yang memilah otak sebagai otak kiri dan otak kanan. Saya pribadi lebih percaya otak manusia adalah suatu bentuk dan jenis organ yang merupakan suatu kesatuan dan persatuan selaras dengan Sila III Pancasila, maka tidak perlu dipilah menjadi dua sehingga ada yang kiri atau kanan.

Jika ingin dipaksakan ada yang kanan atau kiri, maka terasa kurang lengkap, maka kurang adil jika tidak ditambah dengan yang depan dan yang belakang, serta yang di atas dan di bawah dan jangan lupa dengan yang utara dan selatan, serta timur mau pun yang timur laut, tenggara, barat daya dan barat laut bahkan di luar dan di dalam dan lain-lainya, dan seterusnya, dan sebagainya.

Eling Lan Waspodo
Maka meski terus terang terpaksa mengakui tidak mampu menahan tawa, saya tetap tidak terlalu setuju terhadap sebuah meme yang beredar di alam maya dengan ilustrasi Donald Trump sedang tertawa gembira dilengkapi teks: Trump has two parts of brain, left” and right”. The left side has no right, the right side has no left!.

Sebagai pendiri Perhimpunan Pencinta Humor, saya menilai meme itu lucu banget dalam mempermainkan logika teori otak manusia terbagi menjadi otak kanan dan otak kiri. Namun sebagai pendiri Pusat Studi Kelirumologi, saya senantiasa wajib berupaya menyimak kenyataan dengan lensa kebenaran.

Maka menurut pendapat saya, meme itu memang sangat jenaka namun sayang sekaligus juga kurang akurat, maka masih bisa diperdebatkan kebenarannya.

Namun naskah ini ditulis bukan demi membatalkan anugrah Nobel kepada Sperly-Hubel-Wiesel. Naskah ini hanya ingin menggarisbawahi fakta tak terbantahkan bahwa Donald John Trump memang merupakan kasus istimewa yang potensial memporak-porandakan segenap teori ilmu baik yang ilmiah mau pun tidak ilmiah di alam semesta!

Demi eling lan waspodo menghindari risiko dipolisikan, maka lebih baik saya mohon izin untuk berhenti menulis naskah ini sampai di sini saja. [Jaya Suprana]

Komentar Pembaca
Bisnis Rapid Test

Bisnis Rapid Test

KAMIS, 09 JULI 2020

CEGAH KEJAHATAN SEKSUAL PADA ANAK

CEGAH KEJAHATAN SEKSUAL PADA ANAK

JUM'AT, 03 JULI 2020

Kadrun, Orde Baru Dan ‘Hantu Komunis’
Gus Dur, John Howard Dan Manuver Diplomasi Australia
Tanpa Pemerintahan

Tanpa Pemerintahan

SELASA, 16 JUNI 2020

Tunggu Kejutan

Tunggu Kejutan

SABTU, 13 JUNI 2020

Senyum Prabowo Airlangga

Senyum Prabowo Airlangga

SELASA, 07 JULI 2020 , 08:15:00

Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

SABTU, 04 APRIL 2020 , 17:43:00

China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

SABTU, 04 APRIL 2020 , 07:39:00