Rumah Sakit Penolak Pasien Kecelakan Jadi Sorotan Kemenkes RI

Nusantara  RABU, 03 JUNI 2020 , 18:25:00 WIB | LAPORAN: TRI YULIANTI IMRAN

Rumah Sakit Penolak Pasien Kecelakan Jadi Sorotan Kemenkes RI

Ilustrasi/Net

RMOBengkulu. Kasus penolakan pasien korban kecelakaan yang dialami oleh Abdila Panca Surya (24) yang merupakan warga Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan ini akhirnya berbuntut panjang.

Meski telah dinyatakan meninggal dunia. Namun, keluarga dari Abdilah Panca Surya menyanyangkan sikap rumah sakit yang sempat menolak untuk melakukan penanganan medis terhadap Abdila.  

Tak tanggung-tanggung, tiga rumah sakit yang didatangi oleh pihak keluarga dalam upaya memberikan pengobatan kepada Abdilah pun menolak untuk memberikan penanganan medis, dengan dalih sedang sterilisasi penanganan covid-19.

Bahkan, kejadian yang merenggut hilangnya nyawa Abdilah ini pun menjadi sorotan bagi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia atas tindakan yang dilakukan oleh pihak rumah sakit tersebut.

Dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni bahwa dirinya telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan bersama dengan beberapa Direktur Rumah Sakit di Kota Bengkulu terkait kronologis pasien atas nama Abdilah Panca Surya.

"Kita telah melakukam rapat koordinasi melalui virtual meeting dengan Kementerian Kesehatan RI dan seluruh Direktur Rumah Sakit yang terkait dengan kronologis pasien saat meminta penanganan," kata Herwan Antoni,  Rabu (3/6).

Dalam virtul meeting itu, lanjut Herwan, pihak Direktur Rumah Sakit diminta untuk menyampaikan bagaimana kronologis pasien saat meminta penanganan.

"Mulai dari penyampaian oleh Direktur Rumah Sakit As-Syifa, Manna Bengkulu Selatan, dilanjutkan oleh Direktur Rumah Sakit Bhayangkara, Direktur Rumah Sakit Harapan dan Doa, lalu,  penyampaian dari Rumah Sakit Tiara Sela, dan terakhir penyampaian dari RSUD M. Yunus Bengkulu," sambungnya.  

Dari kronologis tersebut, pihak Dinkes Provinsi Bengkulu akan membuat laporan secara tertulis kepada pimpinan rumah skit dan akan disampaikan juga kepada Kementerian Kesehatan.

"Karena mereka meminta untuk dibuat secara tertulis kronologis terhadap pemberitaan tersebut dan dalam waktu cepat akan kami sampaikan secar tertulis," tutup Herwan. [tmc]

Komentar Pembaca
H. Zahdi Taher, M.HI Jabat Kepala Kemenag Prov Bengkulu
Komplek Perkantoran Pemkab Kaur Jauh Dari Kata Bersih
Kebakaran Hebat Melanda Dua Toko

Kebakaran Hebat Melanda Dua Toko

SABTU, 29 AGUSTUS 2020 , 22:30:00