New Normal Bikin Masyarakat Salah Tangkap, Pemuda Muhammadiyah Minta Pemerintah Suarakan Pendisiplinan Masyarakat

Nusantara  SABTU, 30 MEI 2020 , 10:37:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

New Normal Bikin Masyarakat Salah Tangkap, Pemuda Muhammadiyah Minta Pemerintah Suarakan Pendisiplinan Masyarakat

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Sunanto/RMOL

RMOLBengkulu. Presiden Joko Widodo menyuarakan fase kenormalan baru (the new normal) dalam menghadapi pandemik virus corona baru (Covid-19).

Bahkan keinginan untuk masuk pada new normal Covid-19 ditunjukkan Jokowi pada beberapa hari lalu yang sempat meninjau Mall di Bekasi, Jawa Barat dan Stasiun MRT, di Jakarta Pusat.

Selain wacana diaktifkannya lagi lembaga pendidikan, Kemenkes bahkan sudah menerbitkan kebijakan panduan pencegahan dan pengendalian Covid-19 di tempat kerja perkantoran dan industri.

Sikap pemerintah yang menyuarakan new normal Covid-19 disayangkan beberapa kalangan, salah satunya Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Sunanto.

Saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Cak Nanto -sapaan akrabnya- melihat persiapan menuju new normal menghadapi Covid-19 ini tidak tepat dihembuskan pemerintah. Apalagi, perkembangan virus sampai saat ini belum menandakan adanya penurunan.

"New normal jangan dihembuskan oleh pemerintah karena tidak linier dengan kebijakan sebelumnya seperti PSBB (pembatasan sosial bersakala besar)," demikian kata Cak Nanto dilansir Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (30/5).

Menurut Cak Nanto, meski esensi dari new normal adalah pendisiplinan masyarakat, pemerintah lebih baik fokus menyukseskan penerapan PSBB. Jika pemerintah fokus memastikan keberhasilan PSBB maka langkah "berdamai" dengan corona dengan sebutan new normal itu akan berjalan sebagaimana mestinya.

"Langkah new normal itu pendisplinan masyarakat, kebijakan dilakukan sebagai dampak pemberlakukan kebijakan sebelumnya. New normal standarnya pada norma, informasi para ahli, pihak yang punya otoritas, sedangkan apa yang dikerjakan pemerintah dalam menanggulangi Covid-19 belum menunjukkan new normal," demikian catatan alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) ini.

Lebih lanjut pria asal Sumenep Madura ini mengamati, persepsi masyarakat yang menangkap wacana new normal sebagai kebijakan pelonggaran PSBB.

 Akibatnya, masyarakat justru merasa pemerintah telah memberikan pelonggaran aktivitas. Ia menyoroti kebijakan pemerintah yang cenderung melompat dan tidak menyasar inti permasalahan. Kritik Cak Nanto, kebijakan PSBB belum efektif malah muncul suara kebijakan baru seperti new normal.

"Muhammaidyah butuh kebijakan pendisiplinan yang ketat yang dilakukan pemerintah, bukan membuat kegiatan gerakan yang melonggarkan mendisiplinan masyarakat, new normal itu persepsi masyarakat pelonggaran aktivitas. Padahal data kasusnya terjangkit (Covid-19) masih tinggi, sehingga dianggap tidak memiliki strategi kebijakan. Contohnya new normal harusnya yang massif disuarakan adalah pengetatan dan pendisiplinan masyarakat," pungkasnya.

Dengan kebijakan yang selama ini dilakukan, Cak Nanto menilai yang muncul ke publik adalah kecenderungan pemerintah mengedepankan kepentingan ekonomi. [tmc]

Komentar Pembaca
Viral!! Aksi Menunggang Sapi Raksasa di Boyolali
Jasad ABK WNI Ditemukan di Frezeer Kapal China

Jasad ABK WNI Ditemukan di Frezeer Kapal China

JUM'AT, 10 JULI 2020 , 21:30:00

New Normal New Ideas

New Normal New Ideas

MINGGU, 05 JULI 2020 , 02:30:19

Senyum Prabowo Airlangga

Senyum Prabowo Airlangga

SELASA, 07 JULI 2020 , 08:15:00

Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

SABTU, 04 APRIL 2020 , 17:43:00

China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

SABTU, 04 APRIL 2020 , 07:39:00