DPR Tegaskan Keputusan Pilkada 2020 Digelar Desember Sudah Terukur

Nusantara  SABTU, 30 MEI 2020 , 08:41:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

DPR Tegaskan Keputusan Pilkada 2020 Digelar Desember Sudah Terukur

Ketua Komisi II DPR, Ahmad Doli Kurnia/Net

RMOLBengkulu. Komisi II DPR RI menampung masukan dari Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pilkada Sehat yang menolak penyelenggaraan Pilkada Serentak digelar pada 9 Desember 2020 nanti.

Kepada mereka yang menolak, Ketua Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung memastikan bahwa pengambilan keputusan sudah terukur untuk sebuah kepastian. Sebab ada dampak sosial, ekonomi, budaya, bahkan politik.

Pandemik Covid-19 tidak bisa lagi dilihat dari satu perspektif kesehatan saja. Oleh karena itu, seluruh agenda dari setiap dimensi itu harus terus tetap berlangsung,” kata Doli Kurnia seperti dikutip dari Kantor Berita RMOLSumut.

Doli Kurnia mengatakan, keputusan menetapkan Pilkada Serentak pada 9 Desember 2020 bukan hal yang mudah. Namun dalam situasi yang serba tidak pasti menghadapi pandemik Covid-19 seperti saat ini, juga tidak bisa berlama-lama larut dan dikalahkan oleh keadaan.

Kata Doli Kurnia, dunia hampir satu suara bahwa Covid-19 ini tidak dapat ditaklukkan dalam waktu dekat. Bahkan WHO mengatakan bahwa virus ini akan bisa bersama kita hingga 2 tahun sampai 5 tahun ke depan, bahkan mungkin selamanya tetap ada.

Menurut Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini, hal terpenting dalam setiap pengambilan keputusan Pilkada 9 Desember 2020 itu harus ada indikator dan penanggung jawabnya.

Pemerintah, kata Doli Kurnia, sebagai penanggung jawab utama dalam hal ini.

Termasuk pemetaan, skenario, antisipasi, dan konsep pelaksanaan Pilkada Serentak di 9 Desember 2020. Dan KPU pun juga seperti itu,” tuturnya.

Selain itu, gelaran Pilkada Serentak di 9 Desember 2020 nanti juga tetap harus mengikuti protokol kesehatan secara ketat sekaligus tetap menjaga kualitas demokrasi.

Tinggal kembali kepada kita semua, bagaimana kita bisa menyesuaikan diri dengan situasi yang memang mungkin benar-benar baru” buat kita, dengan disiplin yang tinggi terhadap protokol kesehatan dan komitmen kita untuk selalu merawat pertumbuhan demokrasi kita,” ujarnya.

Atas dasar itulah saya mengajak kawan-kawan penggiat demokrasi, pemerhati pemilu bersama-sama masyarakat untuk menjalankan kehidupan demokrasi kita dengan pendekatan baru” melalui Pilkada Serentak di 9 Desember 2020 secara baik,” demikian Doli Kurnia.

Sebelumnya, Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pilkada Sehat sempat mendesak agar pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 agar ditunda ke 2021. Mereka menilai jika pilkada digelar pada 9 Desember terlalu berisiko mengingat pandemi Covid-19 belum diketahui pasti kapan berakhir.

Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pilkada Sehat ini terdiri dari beberapa elemen antara lain; Netgrit, Netfid, Perludem, PUSaKO FH Universitas Andalas, Puskapol Universitas Indonesia, Rumah Kebangsaan, Kopel, JPPR, KIPP Indonesia, PPUA Disabilitas, dan lainnya. dilansir RMOL.ID. [ogi]



Komentar Pembaca
Senyum Prabowo Airlangga

Senyum Prabowo Airlangga

SELASA, 07 JULI 2020 , 08:15:00

Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

Kepal Cegah Covid-19 RMOL Rescue

SABTU, 04 APRIL 2020 , 17:43:00

China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

China Kibarkan Bendera Setengah Tiang

SABTU, 04 APRIL 2020 , 07:39:00